Wisman Australia yang Berkunjung ke Bali Turun, Tapi..

TrubusTravel
Isna Setyanova | Followers 0
12 Mar 2018   12:00

Komentar
Wisman Australia yang Berkunjung ke Bali Turun, Tapi..

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat, wisatawan asal Australia yang berkunjung ke Bali selama bulan Januari 2018 lalu mencapai 86.658 orang. Jumlah tersebut tercatat menurun sebanyak 4.857 orang (5,31 persen) dibandingkan dengan bulan Januari 2017 yang sebanyak 91.515 orang.

"Meskipun masyarakat mereka yang berwisata ke Bali berkurang, namun peringkatnya naik dari posisi kedua menjadi pertama dari sepuluh negara terbanyak pemasok turis ke Bali," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin (12/3).

Ia melanjutkan, kenaikan peringkat dengan menggeser posisi China dari urutan pertama, diyakininya karena semakin banyaknya wisatawan Australia berliburan ke Bali. Selain itu dampak pengetatan wisatawan China ke Bali akibat aktivitas Gunung Agung. 

Baca Lainnya : Halmahera Selatan, Tawarkan Spot Diving Terbaik di Indonesia

"Wisatawan Australia sebagian besar ke Bali dengan pesawat yang terbang langsung dari negaranya. Mereka melewati Bandara Ngurah Rai Bali, dan hanya 1.704 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," paparnya.

Diketahui, Australia memberikan kontribusi 24,20 persen dari total wisman berbagai negara yang datang ke Bali, dengan 358.065 orang selama Januari 2018. Jumlah tersebut tercatat menurun 94.595 orang (22,30 persen), bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 460.824 orang.

Sebelumnya, dari sepuluh negara terbanyak pemasok wisman ke Bali selama Januari 2018, hanya tiga negara yang mengalami peningkatan dan tujuh negara lainnya mengalami penurunan.

Baca Lainnya : Pantai Tapak Kera Bertabur Spot Instagramable Bagi Traveler Kekinian

Ketiga negara yang masyarakatnya bergairah melancong ke Bali yakni India (65,62 persen) dari 17.520 orang pada Januari 2017 menjadi 29.016 orang pada Januari 2018, Rusia (4,52 persen), dari 12.427 orang menjadi 12.989 orang dan Malaysia (6,63 persen) dari 12.134 orang menjadi 12.938 orang.

Sementara tujuh negara yang masyarakatnya berkurang selain Australia, yakni China (68,17 persen), Jepang (17,38 persen), Inggris (2,30 persen), Amerika Serikat (6,84 persen), Korea Selatan (38,51 persen) dan Singapura (12,37 persen). [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: