Unik, Desa Kuno yang Dihuni Manusia Kerdil di Makhunik

TrubusTravel
Karmin Winarta | Followers 0
17 Mei 2018   08:16

Komentar
Unik, Desa Kuno yang Dihuni Manusia Kerdil di Makhunik

Desa kurcaci di Khorasan (Foto : Foto: tripyar.com)

Trubus.id -- Mungkin ini salah satu desa paling unik di dunia. Di perbatasan Iran dan Afganistan terdapat sebuah kampung yang penghuninya semuanya bertinggi badan rendah.

Fakta ini diperkirakan mereka masih esksis hingga sekitar seabad yang lalu. Hal ini nampak dari peninggalan yang ditemukan di wilayah tersebut. Arsitektur yang ditemukan di desa yang bernama Khorasan ini menunjukkan fakta-fakta tersebut. 

Dari sekitar dua ratus rumah yang terbuat dari batu dan tanah liat yang berada di desa kuno tersebut, sekitar 80 rumah tingginya sangat rendah. Misalnya salah satu rumah tingginya tak sampai dua meter dengan pintu yang sangat sempit, yang tidak bisa dimasuki tanpa menunduk.

Beberapa rumah malah hanya memiliki langit-langit setinggi 140 senti meter. Kenapa mereka mempunyai tinggi badan yang hanya setinggi kurcaci?

Perkawinan antar kerabat dekat, pola makan yang buruk dan air minum yang tercampur merkuri telah membuat penduduk yang disebut orang Makhunik menjadi setengah meter lebih pendek dari ketinggian rata-rata pada waktu itu.

Selama berabad-abad, nenek moyang Makhunik hidup dalam isolasi dari peradaban modern. Selain itu, wilayah ini kering, sunyi dan tandus sehingga tanaman sulit tumbuh dan binatang juga jarang.  

Lobak, gandum, barley dan buah yang disebut jujube merupakan satu-satunya tanaman yang dibudidayakan di sini. Orang-orang bertahan hidup dengan hidangan vegetarian yang sederhana.

Penyebab utamanya adalah malnutrisi atau kekurangan gizi sehingga mereka menjadi manusia kurcaci dengan tubuh yang sangat pendek.

Selain itu karena wilayanya terisolasi, memaksa mereka menikah dengan keluarga dekat yang memungkinkan menurunkan gen buruk yang dimiliki oleh kedua orang tua. Gen buruk inilah yang menghasilkan keturunan yang mempunyai tinggi badan yang rendah.  

Namun mereka membangun rumah mungil bukan satu-satunya alasan karena tinggi badan mereka yang rendah. Namun untuk menghemat bahan yang diperlukan.

Pada pertengahan abad ke-20, kawasan ini muai berubah. Karena pembangunan infrastruktur, wilayah ini mempunyai akses keluar sehingga bermacam-macam makanan bisa masuk ke tempat ini. Kesehatan mereka mulai membaik.  

Saat ini kurang lebih 700 penduduk Makhunik memiliki tinggi badan rata-rata orang normal. Mereka juga sudah membangun rumah dengan batubata. Namun banyak juga yang masih mempertahankan rumah mungilnya karena ketiadaan biaya. Anak-anak mudanya mengadu nasib ke kota, sementara para lansia hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah.  

Arsitektur dan peninggalan unik penduduk Makhunik memiliki potensi yang besar untuk pariwisata. Sehingga penduduknya suatu hari nanti bisa menciptakan peluang pekerjaan dan bisnis di desanya. 

Trubus Mania tertarik ke sana? [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: