Memilah Jadi 45 Kategori, Kota Kecil Ini Bebas Sampah,

TrubusTravel
Karmin Winarta | Followers 0
27 Mei 2018   19:00

Komentar
Memilah Jadi 45 Kategori, Kota Kecil Ini Bebas Sampah,

Kota tanpa sampah (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Sampah dimana-mana masih menjadi masalah yang perlu penyelesaikan sangat serius. Salah satu penyebab maraknya sampah di mana-mana adalah perilaku manusianya yang tidak tertib membuang sampah pada tempatnya.

Jangankan memilah-milah, untuk sekadar tertib menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat sampah saja mash sulit.

Namun di kota Kamikatsu berbeda. Penduduk yang berada di pulau Shikoku, barat daya Jepang ini mempunyai kebiasaan memilah sampah yang hebat. Mereka harus memilah-milah sampah ke tempat-tempat terpisah sesuai kategorinya.

Berapa kategori? Trubus Mania pasti akan ternganga-nganga jika mengetahuinya. Penduduk Kamikatsu harus memilah sampahnya ke dalam 45 kategori. 

Di pusat pengumpulan limbah disediakan tempat sampah terpisah untuk berbagai jenis produk: koran, majalah, karton, tutup logam, botol plastik, kaleng aluminium, kaleng baja, kaleng semprot, lampu neon, dan sebagainya.

Mereka melakukan itu semua karena mereka memiliki kemauan besar, menjadikan Kamikatsu bebas dari sampah. Dan mereka tidak main-main saat ini target mereka itu telah terpenuhi 80%.

Awalnya, seperti di negara lain, penduduk Kamikatsu membuang sampah sembarangan, atau alngsung membuangnya ke alam atau membakarnya di rumah.

Namun membakar sampah menghasilkan gas rumah kaca. Karena itu mereka memutuskan untuk berubah. Pada tahun 2003, mereka memperkenalkan konsep "Zero Waste".

Tentu aja program itu tidak mudah. Mereka harus memilah, mencuci sampah mereka. Tentu hal ini menjadi pekerjaan yang membosankan dan memakan waktu. Kaca dan botol plastik harus dilepas dari tutupnya dan diurutkan berdasarkan warna.

Botol plastik untuk kecap dan minyak goreng harus disimpan terpisah dari botol Pet yang pernah mengandung air mineral dan teh hijau. Setiap plastik atau kertas pembungkus botol harus dihilangkan. Surat kabar dan majalah harus ditumpuk menjadi bundel rapi dan diikat dengan benang. 

Aturannya cukup ribet.

Di kota ini tak ada truk sampah yang mengumpulkan sampah dari rumah, sehingga warga harus membawa sampahnya sendiri ke pusat daur ulang. Salah satu eptugas kemudian memastikan sampah yang teah diterimanya telah dipisahkan sesuai kategorinya.

Pekerjaan yang awalnya membebani ini pelan-pelan dipahami oleh warga. Mereka mulai melihat sampah secara berbeda. Mereka menjadi lebih sadar akan apa yang akan mereka beli, bagaimana mereka menggunakan dan bagaimana mereka membuang barang.

Seorang pemilik toko di Kamikatsu mengatakan bahwa sejak program dimulai, ia mulai membeli barang-barang yang hanya datang dalam kotak karton sehingga kotak-kotak itu dapat digunakan untuk mengemas barang-barang lain.

Akhirnya, kota kecil yang berpenduduk lebih dari 1.700 orang ini mempunyai pola yang baik dalam daur ulang sehingga hanya 20 persen sampah yang dihasilkan sampai ke TPA. Namun mereka belum puas dan berharap target bebas sampah akan tercapai pada tahun 2020. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: