Ketupat yang Dibungkus Janur dan Plastik, Apa Bedanya?

TrubusTravel
Ihsan Maulana | Followers 0
10 Juni 2018   09:00

Komentar
Ketupat yang Dibungkus Janur dan Plastik, Apa Bedanya?

Trubus.id -- Mendekati Hari Raya Idul Fitri, pedagang janur kelapa mulai membanjiri pasar-pasar. Wajar saja, kebutuhan janur atau daun kelapa muda untuk membuat ketupat memang tengah tinggi di saat-saat seperti ini

Namun demikian, hal ini mungkin tidak terjadi di luar negeri. Bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri, menemukan janur kelapa mungkin sulit. Tapi tenang saja, mereka pun masih bisa merasakan ketupat khas lebaran.

Yah, tak hanya berbalut janur kelapa, ketupat kini didapati berbalut plastik. Meski menggunakan plastik aman untuk makanan, tetapi di balik kepraktisan yang disuguhkan sebenarnya ada yang hilang dari ketupat instan tersebut. Rasa ketupat plastik dan ketupat dari janur itu pasti berbeda. 

Janur kelapa untuk membuat ketupat sebenarnya memiliki tujuan. Pertama dari segi tekstur, ketupat yang dianyam dengan rongga tak rapat berpengaruh pada hasil rebusan beras. Kemudian dari segi rasa, ketupat yang direbus dengan janur kelapa cenderung lebih wangi.

Yah, janur dipercaya memberikan aroma khusus pada makanan yang disimpan di dalamnya, apalagi dimasak. Terakhir dari segi warna, janur kelapa memberikan warna alami pada ketupat seperti rona kecoklatan yang menggugah selera.

Dosen departemen gizi dan masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB, dr. Naufal M Nurdin, M.Si pun mengatakan, penggunaan janur kelapa pada ketupat dinilai lebih baik dan aman, ketimbang penggunaan plastik.

"Yang jelas, penggunaan daun dalam ketupat tentu lebih sehat dan aman," ujarnya kepada Trubus.id, ketika diwawancarai lewat pesan singkat, Sabtu (9/6).

Ia melanjutkan, dengan penggunaan daun sebagai pembungkus beras yang akan dimasak menjadi ketupat ini lebih tahan suhu ketika dimasak.

"Dengan penggunaan daun sebagai pembungkus ketupat, jelas tidak ada migrasi partikel ke pangan. Bila pun ada tentu partikel organik yang aman," sambungnya.

Meski demikian, ia menjelaskan semua itu tergantung pada penggunaan plastik yang nantinya dimasak menjadi ketupat, karena tiap plastik memiliki titik leleh dan lunak yang berbeda.

"Misalnya jenis plastik LPDE yang titik lunaknya di suhu 83-89 derajat celcius, tentu tidak bisa dipakai. Nah kalau terlampaui tentu ada migrasi bahan partikel yang berpindah ke makanan. Tapi saya kurang paham untuk plastik yang dipakai pada ketupat itu jenisnya apa, " sambungnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: