Penjaja makanan ringan ekstrem di India (Foto: Istimewa)
Kuliner

Ekstrem, "Makanan Ringan" dalam Bentuk Api yang Menyala

By Karmin W
Apr 16, 2018

Trubus.id -- Ada beragam kuliner ekstrem yang ada di berbagai belahan dunia. Apa jenis kuliner ekstrem yang pernah Trubus Mania coba?

Sebuah kedai atau warung di New Delhi, India baru-baru ini menjadi viral di media sosial karena menyuguhkan makanan ringan dalam bentuk api yang menyala.

Setiap pelanggan akan merasakan sensasi yang aneh, ketika tukang kedai menyodorkan makanan langsung ke mulut pelanggan. Uniknya makanan itu masih menyala ketika menyentuh mulut pelanggan. 

Warung makanan kaki lima ini  milik keluarga Pradhuman Shukla. Keluarga itu telah turun temurun menjual makanan unik ini. Mereka telah menjual makanan itu selama 20 tahun tak pernah berpindah.

Saat ini kedai ini dikelola oleh Pradhuman yang berusia 31 tahun. Ia melakukan inovasi kedainya dengan menciptakan perubahan menu. Yang terbaru adalah  menu yang bisa menyala sebelum dimasukkan ke dalam mulut pelanggan.

Selain itu ia juga menambahan beberapa rasa yang semula tidak pernah ada: rasa manis dengan sedikit es dan minuman squash terkonsentrasi yang disebut Rooh Afza.

Mengkonsumsi  atau mengunyah menu yang disebut paan ini diyakini mampu  menyembuhkan penyakit terrmasuk pilek, flu dan sakit tenggorokan.  

Secara tradisional, paan adalah mengunyah daun sirih yang diisi dengan pinang dan kadang-kadang dengan tembakau lalu dikunyah dan kemudian ditelan atau diludahkan.

"Saya pernah punya pelanggan yang biasa datang ke sini setiap hari. Ia sakit tenggorokan, " katanya.  

Mengkonsumsi paan dalam bentuk api yang menyala tampaknya sangat berisiko.Namun pemilik kedai mengklaim api benar-benar memberikan sensasi dingin sat dilempat ke dalam mulut.

"Kami tahu itu berisiko tetapi orang-orang menikmatinya," kata Pradhuman. "Dulu hanya mampu menjual satu paan tapi sekarang rata-rata sekitar 100 setiap hari."

Dia mengakui, beberapa pelanggan merasa takut mencoba pada awalnya tetapi dia menjamin tidak ada yang mengeluh terluka sejauh ini.

"Aku tahu cara kerjanya. Saya sudah mencoba sebelumnya. Aman dan tidak akan menyebabkan cedera pada siapa pun, " tambahnya.[KW]

Bagaimana reaksi kamu tentang artikel ini ?

Komentar

    Silahkan masukkan komentar...

Your email address will not be published.

Registration Login
Sign in with social account
or
Lupa Password?
Daftar Login
Sign in with social account
or
Registration Login
Registration