Sushi roll. (Foto: GetFish)
Kuliner

Daur Ulang, Cara Restoran Ini Mengatasi Limbah Tulang Ikan

By Ayu Setyowati
May 16, 2018

Trubus.id -- Ini adalah proyek terbaru dari jaringan restoran sushi bernama Kurazushi di Jepang, perusahaan pertama yang memanfaatkan 100 persen limbah ikan. Bukan, ini bukan seperti yang ada di pikiranmu. Limbah tulang yang biasanya tak terpakai itu tetap tak bisa diolah jadi makanan. Berikut kisahnya.

Di antara jaringan restoran sushi dengan conveyor-belt di Jepang, Kurazushi adalah salah satu yang paling populer dengan beragam menu enak. Salah satunya adalah salmon dan amberjack sushi.

Biasanya, ikan ini ditangkap dari laut untuk kemudian dikirim ke salah satu tempat pengolahan Kurazushi untuk dipisahkan dari tulang dan dibersihkan isi perutnya. Tentu, tulang dan kepala yang tak terpakai pun dibuang.

Baca Lainnya: Burger Super Ekstrem, Disajikan dengan Daging Buaya, Tarantula dan Iguana

Namun, jika dilakukan dalam skala besar, ini akan menghasilkan 600 ton limbah sisa daging tak terpakai hingga tulang yang tidak dapat digunakan kembali. Dari sinilah timbul tantangan bagi Kurazushi untuk menemukan cara efektif menangani masalah limbah ikan ini.

Apalagi kabarnya, para petani di Jepang dikabarkan sedang menghadapi masa sulit. Biaya pakan yang meroket membuat mereka sulit untuk menawarkan ikan budidaya dengan harga yang kompetitif. Dengan ini, lahirlah "Proyek 100 persen Sakana" sebagai upaya bersama dari Kurazushi dan industri akuakultur untuk membuat beberapa hasil yang bermanfaat.

Baca Lainnya: Menikmati Sei, Daging Asap Kuliner Kupang yang Yummy

Cara kerja proyek 100 persen Sakana ini sederhana. Pertama, seekor ikan yang ditangkap di laut dikirim untuk diproses. Setelah daging pilihan dipisahkan, sisanya kemudian diubah menjadi pakan yang diberikan kepada ikan budidaya. Ikan budidaya tersebut kemudian dipelihara dan dijual kembali ke Kurazushi yang kemudian, sisa daging tak terpakai didaur ulang kembali menjadi pakan.

Dengan cara ini tentu semua bagian dari ikan akan diproses untuk dimanfaatkan kembali sehingga tak ada limbah yang tersisa dan terbuang sia-sia. Hebat, ya! [DF]
 

Bagaimana reaksi kamu tentang artikel ini ?

Komentar

    Silahkan masukkan komentar...

Your email address will not be published.

Registration Login
Sign in with social account
or
Lupa Password?
Daftar Login
Sign in with social account
or
Registration Login
Registration