Herbal Centre Humbahas Diproyeksikan Menjadi Konservasi Tanaman Herbal di Sumut

TrubusTravel
Binsar Marulitua
21 Juli 2020   14:00 WIB

Komentar
Herbal Centre Humbahas Diproyeksikan Menjadi  Konservasi Tanaman Herbal di Sumut

Ilustrasi hasil tanaman untuk obat obatan herbal (Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sedang mengkaji potensi pengelolaan kawasan hutan untuk tujuan penelitian dan pengembangan taman sains dan teknologi herbal di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut). 

Daerah ini dianggap cocok karena berada pada  ketinggiannya 1.400 meter di atas permukaan lauat dengan tanah vulkanik yang subur yang berisikan tanaman endemik. 

"Lokasi ini diperhitungkan sebagai salah satu tempat yang cocok untuk pengembangan tanaman herbal di Indonesia serta wisata ekologi," jelas Deputi Koordinasi Bidang Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti Selasa (21/7/2020). 

Baca Lainnya : Pakar Herbal Ungkap 30 Ribu Spesies Tanaman Belum Terekplorasi Jadi Obat

Nani menjelaskan, beberapa instansi secara bersama mengembangkan Herbal Centre Humbahas, sebagai contoh kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan rekomendasi dan ijin penetapan sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) untuk dikelola oleh Institut Teknologi Del (IT-Del).

Sementera itu, Kementerian Pertanian memberikan rekomendasi tipe dan jenis tanaman herbal serta komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dikembangkan.

Sedangkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) membantu dalam desain serta konsep Herbal Center termasuk transfer teknologi dan pengembangan produk turunan dan konsep bisnisnya

“Ke depan diharapkan akan ada lebih banyak lagi mitra bekerja sama, termasuk swasta dan industri di bidang herbal medis hingga berskala internasional,” tambahnya.
 
Terkait dengan pemilihan lokasi, Deputi Nani menegaskan bahwa lokasi yang dipilih adalah kawasan hutan produksi yang secara peraturan perundangan dapat diubah peruntukannya menjadi kawasan hutan penelitian dan pendidikan.

Pengembangan kawasan taman sains dan teknologi diharapkan mampu mengembangkan konservasi tumbuhan obat, pengembangan teknologi pembenihan dan budidaya tanaman herbal, inovasi proses dan produk herbal hingga industrialisasi tanaman herbal medis.
 
“Herbal Center ini juga sebagai upaya pengawetan kelestarian herbal endemik, mencakup tanaman herbal asli Toba, nusantara, dan internasional, khususnya herbal khas dataran tinggi. Termasuk jika ada komoditas tanaman herbal yang bukan untuk dataran tinggi tapi punya potensi nilai ekonomi tinggi, akan dikembangkan secara konservasi eksitu,” jelasnya.

Baca Lainnya : KLHK Dorong Budidaya Paludikultur pada Program Food Estate di Kalteng
 
Pembangunan fasilitas pembibitan berupa Rumah Kaca bertujuan agar pengembangan spesies tanaman dapat lebih terkendali perkembangannya. Proses riset ini akan didorong dengan penanaman kebun bibit, nantinya bibit yang bagus akan didorong supaya bisa dimanfaatkan industri, dan juga akan bekerja sama dengan para petani sekitar.

Dengan memberikan pembinaan kepada petani lokal diharapkan dapat menghasilkan kualitas panen yang bagus dan tentunya memberikan dampak harga yang akan lebih baik lagi.
 
Sementara itu, Rektor IT DEL Prof. Togar M Simatupang menambahkan adapun terkait pemilihan tempat ini juga dikarenakan lahan yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan masih tersedia secara luas, sehingga potensi ini perlu terlibat dalam gerakan ketahanan pangan dan herbal untuk menjadikan lahan ini salah satu pusat keunggulan, khususnya dalam menghasilkan bahan pangan.
 
“Rencana tahun depan mendirikan laboratorium dan kebun untuk koleksi tanaman dataran tinggi termasuk herbal di sini. Terkait pengembangan ini, kami melihat adanya dukungan yang cukup kuat berupa komitmen baik dari pemerintah pusat dan daerah untuk pemerataan pembangunan itu, kami melihat adanya kerja sama dalam hal ini,” ujarnya.
 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Hore! Kaldera Toba Terpilih jadi Unesco Global Park Baru

Destinasi   08 Juli 2020 - 17:46 WIB
Bagikan: