Terpantau CCTV, 113 Pendaki Ilegal Terdata Nekat Daki Rinjani Selama Pendemi Covid-19

TrubusTravel
Binsar Marulitua
01 Juni 2020   14:00 WIB

Komentar
Terpantau CCTV, 113 Pendaki Ilegal Terdata  Nekat Daki Rinjani Selama Pendemi Covid-19

Petugas BTNGR sedang menyosialisasikan, penyuluhan dan tindakan pencegahan dilakukan secara dinamis agar timbul kesadaran pada masyarakat atau calon pendaki agar tidak melakukan pendakian disaat pandemi Covid-19 ini.  (KSDAE KLHK)

Trubus.id -- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) merinci, sebanyak 113 orang mencoba menerobos masuk mendaki Gunung Rinjani Sejak penutupan pendakian Gunung Rinjani pada bulan Januari 2020. BTNGR stetap melakukan penjagaan di tiap pintu jalur pendakian dan destinasi wisata lainnya. 

"Hasil dari kegiatan pencegahan pendakian didapati beberapa calon pendaki sejumlah 113 orang yang berupaya melakukan pendakian saat jalur ditutup, oleh karenanya petugas mencegah niat pendaki tersebut," tulis keterangan resmi yang ditulis Direktorat Konnservasi Sumber Daya Alam, KLHK. 

Di kawasan TNGR, dalam melaksanakan tugas tersebut pihak BTNGR melakukan koordinasi dengan beberapa pihak seperti TNI, Polri, Kepala Desa, Pecinta Alam Lombok Timur dan Masyarakat Mitra Polhut untuk mendapatkan dukungan dalam penjagaan jalur masuk pendakian.

Petugas TNGR dan Mitra juga melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui papan informasi dan media sosial agar tidak melakukan pendakian selama pendakian ke Gunung Rinjani di tutup, salah satunya seperti membuat portal larangan memasuki objek wisata telaga biru yang dilakukan bersama Pemuda Wisata Telaga Biru Perian.


Kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan tindakan pencegahan dilakukan secara dinamis agar timbul kesadaran pada masyarakat atau calon pendaki agar tidak melakukan pendakian disaat pandemi Covid-19 ini. 

Sebagai informasi bahwa Pendakian ke Gunung Rinjani ditutup sejak Januari 2020 dan dilanjutkan dengan penutupan Objek Wisata Alam Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai pemberitahuan lebih lanjut, hal ini dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di objek wisata alam kawasan TNGR.

 Meski demikian, Imbauan yang selalu digalakkan tak menyurutkan niat pendaki ilegal. Ada yang terekam CCTV dan ada yang dicegat saat akan mendaki Gunung Rinjani.
Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggalakkan pengamanan pendaki ilegal di masa pandemi Corona. Dalam unggahan beberapa hari terakhir diperlihatkan adanya pendaki ilegal.

"Kemajuan teknologi pada zaman millenial seperti saat ini sangat pesat. Penggunaan teknologi dalam setiap jenis kegiatan memberikan keuntungan dan kemudahan. Pelaksanaan kegiatan yang awalnya sulit dilakukan menjadi efisien dan efektif bila dipadukan dengan penggunaan teknologi,"  mengutip penjelasan TNGR dalam unggahan Instagram, Minggu (31/5/2020).

"Pantauan CCTV pada Jumat, 29 Mei 2020 masih terekam aktivitas pendaki ilegal. Sedangkan pada hari Sabtu, 30 2020 Mei tidak terpantau pendakian ilegal," imbuhnya.

Balai TN Gunung Rinjani memanfaatkan teknologi dalam berbagai kegiatan. Salah satu teknologi tersebut adalah Kamera CCTV dengan RMS (Remote Monitoring System).

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Hore! Kaldera Toba Terpilih jadi Unesco Global Park Baru

Destinasi   08 Juli 2020 - 17:46 WIB
Bagikan: