Pariwisata di Tiongkok, Jepang dan Thailand Kehilangan Miliaran Akibat Virus Corona

TrubusTravel
Thomas Aquinus
30 Jan 2020   16:00 WIB

Komentar
Pariwisata di Tiongkok, Jepang dan Thailand Kehilangan Miliaran Akibat Virus Corona

Tahun baru cina yang sepi. (KPTV)

Trubus.id -- Wabah virus corona (2019-nCov) tampaknya menyebar cepat setiap hari, berkembang dari satu tujuan ke tujuan lain. Wabah virus yang sedang berlangsung telah menghantam industri pariwisata di Tiongkok, Jepang dan Thailand dalam miliaran! Sesuai laporan, lebih dari 20.000 wisatawan harus membatalkan perjalanan mereka dengan perusahaan perjalanan yang berbasis di Tokyo.

Seorang pakar perjalanan menyebutkan bahwa mereka secara konstan mendapatkan permintaan pembatalan dari para pelancong, dan situasinya telah menghantam mereka dengan sangat keras. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa staf datang ke kantor setiap hari dan berurusan dengan situasi yang sulit. Mereka terus-menerus mendapat panggilan telepon, entah itu restoran atau toko untuk membatalkan kunjungan yang termasuk dalam rencana perjalanan.

Tidak hanya operator tur, tetapi hotel, maskapai penerbangan, kasino, dan operator kapal pesiar juga menderita secara besar-besaran dan ini adalah dampak paling cepat dari virus. Masalah terbesar yang ditakuti semua orang adalah bahwa wabah Coronavirus saat ini juga mungkin menghantam industri pariwisata menjelang Olimpiade 2020 yang akan diadakan di Tokyo.

Baca Lainnya : Ilmuwan: Pembatasan Perjalanan yang Tegas Diperlukan untuk Hentikan Penyebaran Virus Corona

Menurut seorang ekonom senior, industri hotel dan transportasi, yang telah bersiap-siap untuk kedatangan pengunjung yang besar untuk Olimpiade dan Paralimpiade yang akan datang harus sangat merugi ketika bicara soal investasi.

Baru-baru ini, perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok, yang dianggap sebagai musim perjalanan tersibuk di negara itu, juga dibatalkan untuk memblokir penyebaran epidemi dan mengurangi pertemuan massa.

Thailand, yang merupakan tujuan wisata terkemuka di Asia, kerugian pendapatan mencapai US$1,6 miliar di sekitar Tahun Baru Imlek. Di sisi lain, sejumlah toko obat kehabisan masker bedah di Bangkok dan hanya segelintir wisatawan Tiongkok yang terpantau tetap liburan, seperti yang dilaporkan.

Sampai sekarang, upaya anti-penyakit dilakukan di mana-mana karena virus telah merenggut lebih dari seratus nyawa dan menginfeksi setidaknya 2.700 orang. [Ayu/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: