Survei: Warga Eropa, Amerika dan Tiongkok Akan Jarang Terbang di 2020 untuk Lawan Perubahan Iklim

TrubusTravel
Thomas Aquinus
27 Jan 2020   07:00 WIB

Komentar
Survei: Warga Eropa, Amerika dan Tiongkok Akan Jarang Terbang di 2020 untuk Lawan Perubahan Iklim

ilustrasi bepergian dengan pesawat terbang. (ingularity Hub)

Trubus.id -- Sebagian besar warga Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat berencana terbang lebih sedikit untuk liburan tahun ini demi membatasi emisi karbon dioksida pesawat dan membantu mencegah bencana perubahan iklim, sebuah survei oleh European Investment Bank (EIB) menunjukkan pada hari Selasa (21/1).

iSurvei Iklim EIB didasarkan pada 30.000 responden dari 27 September hingga 21 Oktober 2019 di 28 negara Uni Eropa dan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dalam jajak pendapat, 36 persen orang Eropa mengatakan mereka sudah terbang lebih sedikit untuk liburan untuk membantu mencegah perubahan iklim dan 75 persen bermaksud melakukannya pada tahun 2020. Di Tiongkok, jumlah orang yang merencanakan lebih sedikit perjalanan udara untuk liburan tahun ini adalah 94 persen, dan 69 persen di AS. 

Baca Lainnya : Krisis Iklim Ancam Kepunahan Keanekaragaman Hayati Indonesia sampai Titik Terkecil

Industri penerbangan menyumbang lebih dari 2 persen emisi gas rumah kaca global, dan jika dibiarkan, emisi diperkirakan akan meningkat karena jumlah penumpang dan penerbangan meningkat.

Bagi orang Eropa dan Tiongkok, perubahan iklim adalah tantangan terbesar yang mereka hadapi, melampaui akses ke layanan kesehatan dan ancaman pengangguran di UE dan akses ke layanan kesehatan dan ketakutan akan krisis keuangan di Tiongkok.

Di Amerika Serikat, perubahan iklim dipandang sebagai tantangan terbesar kedua setelah akses ke layanan kesehatan, dan lebih penting daripada ancaman terbesar ketiga, yakni ketidakstabilan politik.

Baca Lainnya : Kerap Dilanda Banjir, Peneliti LIPI Sebut Jabodetabek Perlu Bangun Konsep Adaptasi Perubahan Iklim

Dua pertiga orang di Eropa, Amerika Serikat dan Tiongkok berpikir perilaku individu mereka dapat membantu mengatasi perubahan iklim dan lebih dari tiga perempat orang tua percaya anak-anak mereka akan menanggung akibat perubahan iklim, menurut hasil survei.

Survei juga menunjukkan 93 persen orang Tiongkok memilih transportasi umum daripada mobil untuk tujuan lingkungan. Di Eropa trennya adalah 64 persen dan di Amerika Serikat 49 persen.

Survei EIB, bank investasi terbesar di dunia yang dimiliki oleh pemerintah UE, mengatakan 81 persen orang Amerika, 93 persen orang Eropa, dan 98 persen orang Tiongkok bersedia membeli lebih sedikit produk plastik untuk mengurangi polusi. Juga, sebanyak 92 persen orang Tiongkok dan 79 persen orang Eropa berkomitmen untuk mengurangi konsumsi daging merah, jajak pendapat menunjukkan, sementara hanya 68 persen orang Amerika siap untuk melakukannya.

Well, good moves. Kapankah orang Indonesia sepeduli ini? [Ayu/NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Hore! Kaldera Toba Terpilih jadi Unesco Global Park Baru

Destinasi   08 Juli 2020 - 17:46 WIB
Bagikan: