Menyibak Eksotisnya Kabut Rammang-Rammang

TrubusTravel
Hernawan Nugroho
18 Jan 2020   20:00 WIB

Komentar
Menyibak Eksotisnya Kabut Rammang-Rammang

Rammang-Rammang berasal dari Bahasa Makassar yang berarti awan atau kabut (istimewa)

Trubus.id -- Rammang-Rammang adalah sebuah tempat di gugusan pegunungan karst (kapur) Maros-Pangkep. Letaknya di desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 40 kilometer di sebelah utara Kota Makassar. Dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kendaraan bermotor kurang lebih 2 jam dari Kota Makassar.

Rammang-Rammang berasal dari Bahasa Makassar yang berarti awan atau kabut. Rammang-rammang berarti sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, tempat ini diberi nama Rammang-Rammang karena awan atau kabut yang selalu turun, terutama di pagi hari atau ketika hujan.

Baca Lainnya : Pulau Mahoro, 'Surga' Tersembunyi di Sulawesi Utara

Lokasi ini menyuguhkan beberapa tempat menarik, seperti taman hutan batu kapur, telaga Bidadari, gua Bulu' Barakka’, gua Telapak Tangan, gua Pasaung, sungai Pute dan kampung Berua. Taman hutan batu Kapur Rammang-Rammang sendiri luasnya 45.000 hektare, dan merupakan kawasan karst terbesar ketiga di dunia, setelah Vietnam dan Shilin di Tiongkok. Terdapat dua kompleks taman hutan batu di Rammang-Rammang, yakni di utara dan selatan.

Karst atau pegunungan kapur ini merupakan bentuk bentang alam khas yang terbentuk akibat proses pelarutan suatu kawasan batuan karbonat (batuan mudah terlarut), sehingga menghasilkan bentuk permukaan bumi yang unik dengan ciri exokarst (di atas permukaan) dan indokarst (di bawah permukaan).

Menyusuri Sungai Pute
Selain hutan kapur, di Rammang-Rammang, kita juga bisa mengunjungi Kampung Berua. Untuk menuju ke Kampung Berua kita harus menggunakan perahu motor kecil menyusuri aliran Sungai Pute, dari Dermaga Rammang-Rammang di hulu Sungai Pute.

Baca Lainnya : Pulau Cantik Tersembunyi ini Ada di Sulawesi, Berniat Mengunjunginya?

Di sepanjang perjalanan menyusuri Sungai Pute, kita juga bisa menikmati gugusan bukit karst, hutan daun nipah, dan tanaman bakau air payau. Uniknya, di Sungai Pute tersedia rambu-rambu yang mengatur lalu lintas di sungai seperti rambu-rambu di darat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: