Meriah, Ragam Atraksi Pecahkan Rekor MURI Tutup Sail Nias 2019

TrubusTravel
Binsar Marulitua | Followers 0
16 Sep 2019   09:00

Komentar
Meriah, Ragam Atraksi Pecahkan Rekor MURI Tutup Sail Nias 2019

Para wisatawan dan warga menikmati atraksi terjun payung 16 personel TNI gabungan, dan flying pass tiga pesawat tempur Hawk 100/200 TNI AU dalam (Foto : Kemenpar)

Trubus.id -- Puncak acara Sail Nias 2019 yang berlangsung di Pelabuhan Baru, Teluk Dalam, Nias Selatan, Sabtu (14/9/2019) berlangsung  meriah.

Dimulai dengan tari kolosal eksotik budaya Nias, lompat batu yang memecahkan rekok MURI, parade kapal nelayan diiringi paramotor dan paratrike, terjun payung 16 personel TNI gabungan, dan flying pass tiga pesawat tempur Hawk 100/200 TNI AU.

Sebelumnya, kejuaraan selancar internasional atau Nias Pro International Surfing yang diselenggarakan di Pantai Sorake, Nias Selatan, Sumatera Utara, menyuguhkan atraksi salah satu ombak kanan (right hander) terbaik di dunia yang paling dicari oleh para peselancar.

Sail Nias 2019 merupakan acara layar ke-11 yang digelar Pemerintah Indonesia sejak 2009. Nias diharapkan akan lebih banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan setelah perhelatan tersebut.

Penyelenggaraan Sail Nias 2019 melibatkan empat kabupaten dan satu kota di Pulau Nias yakni Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias Selatan, Nias Barat, Nias, dan Nias Utara.

Baca Lainnya : Selain Infrastruktur, Aspek SDM dan Brand Kawasan Jadi Sorotan Pengembangan Danau Toba

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan adalah pariwisata. Dalam hal ini, Nias merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pariwisata sangat baik sehingga, promosi Nias harus mendunia.

Nantinya, Kemenpar akan mendorong terwujudnya paket wisata dari Danau Toba hingga ke Nias.

Luhut berharap, setelah event Sail Nias selesai, promosi Nias harus semakin gencar. Dengan begitu, Nias akan semakin populer. Nantinya, para penggiat pariwisata juga bisa membuat paket wisata termasuk dengan menggunakan berbagai platform digital.

“Masyarakat Nias harus memiliki budaya ramah ke turis. Masyarakat harus menyambut wisatawan dengan baik. Hospitality harus bagus. Sampah juga jangan ada lagi di laut. Laut harus bebas dari plastik. Yang jelas, potensi pariwisata dan perikanan di Nias harus terus dijaga,” katanya.

Selain itu, Luhut berharap keberadaan Desa Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan juga menjadi warisan dunia. Terlebih, desa ini sudah menjadi ikon wisata budaya dan sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kemendikbud pada 2017 melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 168/M/2017.

Baca Lainnya : Dukung Pertanian dan Pariwisata, PUPR Beberkan Kemajuan Pembangunan Infrastruktur Danau Toba

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sail Nias merupakan event stategis bagi Kepulauan Nias dan Sumut secara umum.

“Dengan adanya Sail Nias 2019, kami meyakini tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat, seiring dengan merapatnya kapal-kapal layar ke Nias Selatan. Pelaksanaan Nias Pro Internasional Surfing yang sukses digelar di Pantai Sorake juga menjadi atraksi menarik yang populer hingga mancanegara,” katasnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 16 Sep 2019 - 14:10

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          

Lima Wisata di Tarakan yang Sayang Dilewatkan

Hernawan Nugroho   Destinasi
Bagikan:          
Bagikan: