Penting! Tips Bagi yang Ingin Menjadi Green Traveler

TrubusTravel
Hernawan Nugroho
05 Sep 2019   13:30 WIB

Komentar
Penting! Tips Bagi yang Ingin Menjadi Green Traveler

Bertualang sekaligus menikmati keindahan alam memiliki aturan yang harus dipatuhi (shutterstock)

Trubus.id -- Indonesia kaya kawasan yang dilindungi dan diberi status oleh pemerintah karena memiliki nilai lebih keanekaragaman hayati. Kawasan itu tempat hidup satwa dan tumbuhan yang diantaranya tidak dapat ditemukan di bagian lain di muka bumi (endemik). Tempat tersebut bisa berupa taman nasional, taman wisata alam, atau kawasan lainnya. 

Berikut tips untuk menjadi green traveler menurut MyTravelNotes dan berwisata dengan lebih bertanggung jawab ke kawasan tersebut:

1. Seorang Green Traveler adalah wisatawan bertanggung jawab yang selalu mempersiapkan diri dengan baik. Diantaranya adalah dengan membaca untuk mengetahui sebelum mengunjungi destinasi yang akan dia kunjungi. Membaca, walaupun tidak mendetil, selalu menjadi bekal sebelum berangkat.

Baca Lainnya : Gudangnya Kekayaan Alam Satwa Eksotis Indonesia? Papua Tempatnya

2. Keluar dari zona nyaman. Lakukan trekking/hiking menembus hutan, menyusuri sungai, menyaksikan bentang alam. Mendengar suara alam, menyaksikan satwa langsung di habitatnya, melihat matahari terbit dan tenggelam dari sudut pandang yang berbeda, menghirup aroma alam yang tidak dapat ditemui sehari-hari akan bisa lebih didapatkan dengan berjalan kaki/trekking/hiking.

(foto: Nature)

3. Green traveler tidak melakukan hal-hal nekat seperti memasuki kawasan hutan/gunung/sungai yang tidak dikenalnya seorang diri atau tanpa bantuan. Gunakan selalu jasa pemandu atau orang yang mengerti wilayah.

4. Kalau tidak puas dengan pelayanan pemandu karena ia tidak banyak mengetahui informasi atau tidak memberikan layanan yang baik, beritahu dengan santun. Agar mereka bisa memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan. Banyak pemandu wisata di lokasi terpencil yang tumbuh sendiri dengan alam dan pengalaman tanpa arahan, pelatihan, maupun pendidikan formal.

5. Lakukan perjalanan ke dalam kawasan lebih pagi atau sore menjelang senja . Satwa biasanya beraktivitas pada saat-saat itu.

6. Apabila bertemu satwa liar, jaga jarak. Selain untuk keamanan juga agar bisa mengamati dengan lebih leluasa. Interaksi dengan satwa liar sangat tidak disarankan karena selain mudahnya penyebaran penyakit pada hewan tertentu, perilaku satwa liar juga bisa tidak bisa diprediksi.

7. Ikuti jalur perjalanan yang sudah ada. Tidak perlu sok tahu dengan membuka jalur (baru) kecuali dipandu oleh masyarakat atau pemandu yang kenal wilayah. Mayoritas kasus tersesat di alam bebas terjadi karena ingin membuka jalur baru tanpa panduan.

8. Kamu tidak akan menjadi orang baik hati dengan memberi makan satwa liar. Mencari makan adalah salah satu perilaku alami satwa liar. Memberi makan hanya akan merusak perilaku alami itu . Dampaknya bukan hanya pada satwa tersebut, tapi juga pada pengunjung selanjutnya. Ingatlah bahwa hewan yang diberi makan hanya  binatang peliharaan bukan satwa liar.

Baca Lainnya : Pohon Ratusan Tahun, Spot Favorit di Alam Bendungan Kampar Kiri

9. Jaga keindahan alam yang kamu kunjungi dengan tidak mencoret benda alam apapun, mencabut dan mengambil apa yang di alam, dan mengelola sampahmu. Ketahui pemilahan jenis sampah yang bisa dibuang di alam bebas, bisa dikubur, dan jenis sampah yang harus dibawa kembali untuk dibuang ketempatnya.

(foto: TrekkerWorld)

10. Jaga kesehatan dan ketahui dasar-dasar penyelamatan di alam. Perilaku yang sehat juga akan memberikan dampak “sehat” pada alam yang dikunjungi.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Bukit Kuneer, Favorit Baru di Kota Malang

Destinasi   08 Nov 2019 - 16:20 WIB
Bagikan: