Mulai Meresahkan Masyarakat, Imigrasi Tindak Tegas Turis Pengemis

TrubusTravel
Hernawan Nugroho
27 Juli 2019   19:00 WIB

Komentar
Mulai Meresahkan Masyarakat, Imigrasi Tindak Tegas Turis Pengemis

Turis asal Ukraina menjual foto untuk mendapat uang di Thailand (Independent)

Trubus.id -- Kemudahan berkunjung ke Indonesia berupa fasilitas bebas visa bagi 77 negara membuat peningkatan jumlah wisatawan asing yang signifikan. Apalagi kini ada target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Data Kementerian Pariwisata menyebutkan, sepanjang tahun 2017 hingga Mei 2018 sendiri total kunjungan dari semua pintu Indonesia meningkat 11,39%. Dari 5.511.107 menjadi 6.166.109 orang.

Namun, di balik kabar gembira itu terselip hal yang mengancam kenyamanan wisatawan lain dan penduduk lokal dari turis bacpacker. Fenomena wisatawan asing yang mencari iba dari bantuan orang lain semakin menjamur di berbagai negara Asia. 

Mungin awalnya banyak orang akan merasa iba, senang, atau bahkan bangga karena bisa membantu para turis itu. Namun lama kelamaan, seiring makin banyaknya "turis pengemis" itu, muncul perasaan jengah dan kesal. Salah satunya di wilayah Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama dunia.

Baca Lainnya : Begini Penampakan Kamp Mars untuk Turis dan Peneliti di China

Merespon keberadaan "turis pengemis" tersebut, pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai bakal mengirim para turis yang dianggap bermasalah itu ke Kantor Kedutaan Besar masing-masing.

"WNA yang nggak punya duit atau pura-pura gembel, akan kami kirimkan orang itu ke kedutaannya atau minta perlindungan ke kedutaannya yang notabene harus melindungi warga negaranya yang di sini banyak," kata Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai Setyo Budiwardoyo seperti dilansir Detik

Setyo berargumen, para wisman yang kehabisan uang ini seringkali bikin onar. Itu belum termasuk kasus para turis yang justru jadi pengemis karena kehabisan uang, atau mengais makanan di tong-tong sampah hanya agar bisa berhemat untuk bisa beli tiket pulang ke negaranya.

Bahkan ada seorang turis asing asal Jerman yang sengaja datang untuk menjadi pengemis di Bali dan di kota-kota besar lainnya di Indonesia dan Asia Tenggara. 

Baca Lainnya : Selain Batasi Jumlah, Thailand Larang Turis Bermalam di Kepulauan Similan

Sementara itu, negara lain telah selangkah lebih maju dalam menangkal membanjirnya bacpacker tersebut. The Telegraph memberitakan, Thailand pernah kewalahan dalam menangani masalah wisatawan gembel itu pada tahun 2000-an. Kini pemerintah Thailand memperketat izin masuk pelancong asing di mana mereka harus menunjukkan uang tunai sebesar 20.000 baht (setara 8,6 juta rupiah) dalam bentuk tunai kepada pejabat imigrasi setempat sebagai kepastian bahwa mereka datang tak cuma modal nekat saja. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Bukit Kuneer, Favorit Baru di Kota Malang

Destinasi   08 Nov 2019 - 16:20 WIB
Bagikan: