Kemenpar Kembangkan Jalur Geowisata Geopark Nasional Banyuwangi

TrubusTravel
Thomas Aquinus
29 Juni 2019   22:30 WIB

Komentar
Kemenpar Kembangkan Jalur Geowisata Geopark Nasional Banyuwangi

Acara Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Jalur Geowisata Geopark Nasional Banyuwangi (Dok Kemenpar)

Trubus.id -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyusun pedoman jalur Geowisata Geopark di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai usaha pengembangan Geopark Nasional Banyuwangi sebagai UNESCO Global Geopark.

Berdasarkan rilis pers, Kepala Bidang Ekowisata Gunawan Wimbawa Kemenpar saat acara Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Jalur Geowisata Geopark Nasional Banyuwangi di El Royal Hotel & Resort beberapa waktu lalu mengatakan, penyusunan jalur geowisata untuk memadukan keragaman geologi dengan keanekaragaman hayati dan kekayaan budaya di kawasan Geopark Nasional Banyuwangi.

“Ini sekaligus merumuskan langkah bersama lintas sektor dalam mewujudkan jalur geowisata untuk mendukung pengembangan Geopark Nasional Banyuwangi sebagai UNESCO Global Geopark dan destinasi pariwisata dunia,” ujarnya.

Baca Lainnya : Kemenpar Tawarkan Nomadic Tourism di Kepri ke Agen Wisata China

Nantinya akan ada beberapa jalur geowisata, pertama Jejak Pembentukan Kaldera Gendeng/Ijen Tua, Kedua Komplek Batuan Vulkanik Pegunungan Meru, Ketiga Mengungkap Pembentukan Kars dan Aluvium Alas Purwo, dan keempat Lanskap/Bentang Budaya Banyuwangi.

Lebih lanjut, Gunawan Wimbawa menjelaskan, dalam kegiatan pembahasan jalur Geowisata Geopark Banyuwangi dengan mengundang berbagai pihak itu, ia menyebutkan ada tiga faktor yang menentukan pengembangan Geopark yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya.

Tiga faktor itu harus dikaitkan agar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan Geopark menjadi objek wisata," katanya.

Baca Lainnya : Kemenpar Dorong Masyarakat Sukabumi dan Mojokerto Kembangkan Desa Wisata

Gunawan menjelaskan, pengembangan Geopark Banyuwangi menjadi objek wisata membutuhkan berbagai penanganan mulai penentuan objek wisata yang akan dikembangkan, pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).

"Di Indonesia, pemerintah perlu turun tangan memberikan pemahaman dan pendidikan pentingnya pengembangan Geopark kepada berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah," katanya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Hore! Kaldera Toba Terpilih jadi Unesco Global Park Baru

Destinasi   08 Juli 2020 - 17:46 WIB
Bagikan: