Minuman Fermentasi Lokal Dapat Meningkatkan Pariwisata Indonesia

TrubusTravel
Thomas Aquinus | Followers 2
28 Juni 2019   11:00

Komentar
Minuman Fermentasi Lokal Dapat Meningkatkan Pariwisata Indonesia

Ilustrasi minuman fermentasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto menyampaikan, produk minuman fermentasi lokal atau nusantara harus dipromosikan agar mampu memiliki nilai jual dan mendukung sektor pariwisata Indonesia.

"Minuman fermentasi Nusantara harus terus dipromosikan agar dikenal dan kalau bisa, produknya diekspor juga, karena keberadaan minuman ini turut mempengaruhi pariwisata,” kata Sidarto di Jakarta PADA acara Pesona Minuman Fermentasi Nusantara, yang membahas sejumlah minuman fermentasi dari sejumlah daerah.

Sidarto menambahkan, saat ini perkembangan minuman fermentasi dinilai semakin populer. Hal ini dikarenakan minuman fermentasi tidak hanya dinikmati pada acara budaya dan adat istiadat, namun juga telah merambah ke berbagai acara lain.

Baca Lainnya : Moon Milk, Tren Minuman Instagenik yang Bikin Tidur Nyenyak

Mantan Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin, menyampaikan, minuman fermentasi harus dikembangkan sebagai salah satu budaya dan ciri khas bagi Indonesia.

"Oleh karena itu, diperlukan riset sehingga menghasilkan minuman yang berkualitas," kata Saleh Husin.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Jalansutra Harry Nazarudin mengungkapkan, berdasarkan sejarahnya, minuman dan teknologi fermentasi di Indonesia berasal dari dua arah.

Pertama, migrasi manusia ke Indonesia yang membawa ragi dan bibit pohon aren. Kedua,  berasal dari alam Indonesia dimana teknologi fermentasi merupakan hal yang khas seperti yang terjadi pada tape ketan.

Baca Lainnya : Teh Talua, Minuman Khas dengan Telur Bebek dari Minangkabau

Hal itu menunjukkan minuman fermentasi merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan juga sangat berpotensi menjadi ikon Indonesia yang berdaya tarik internasional.

Beberapa minuman fermentasi ternyata mampu bertahan dan bahkan sudah dikomersialisasikan, contohnya Sopi dari NTT.

Dekan Fakultas Sosial Universitas Podomoro, Dea Prasetyawati, juga menyampaikan bahwa pihaknya juga menyelenggarakan kompetisi pembuatan cocktail dari minuman fermentasi sebagai bahan campuran.

Hal itu bertujuan melestarikan warisan budaya Indonesia. Cara lainnya melalui komitmen untuk memasukkan minuman fermentasi sebagai bagian dari kurikulum kuliah bisnis perhotelan. Dilansir dari Antaranews.
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: