Jangan Cuma Tahu Soto Betawi, Kenalan Yuk dengan 7 Kuliner Khas Jakarta yang Hampir Punah

TrubusTravel
Ayu Erning Setyowati | Followers 2
21 Juni 2019   18:30

Komentar
Jangan Cuma Tahu Soto Betawi, Kenalan Yuk dengan 7 Kuliner Khas Jakarta yang Hampir Punah

Kue Rangi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebagai ibu kota negara, Jakarta tentu banyak disisipi pengaruh “asing”, termasuk soal kuliner. Tak jarang juga menu fusion alias campuran bertebaran dan menjadi tren. Tak heran warga lokal Jakarta khususnya milenial jadi lupa apa saja kuliner khas Jakarta. Biasanya, jajanan Jakarta atau kuliner khas Betawi ini sering ada di berbagai pagelaran Ulang Tahun Jakarta. Ada yang sudah sering kita lihat dan makan, ada juga yang hanya ada di daerah tertentu atau gelaran festival budaya saja. Nah, selain Soto Betawi dan Nasi Uduk, yuk, kulik satu-satu kuliner Jakarta yang mungkin belum kamu tahu. 

Kerak Telor

Kuliner tradisional Jakarta, kerak telor (Foto: Finroll news)

Rasanya hampir semua orang Indonesia sudah paham bahwa kerak telor merupakan makanan khas Betawi. Jarang terlihat di kaki lima, jajanan Jakarta ini biasanya mudah ditemui di Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair). Kerak telor hampir mirip dengan martabak, hanya berbeda isi dan cara membuatnya. Isi kerak telor adalah ketan dan ubi yang dimasak dengan cara dipanaskan di atas tungku arang. Lebih mengenyangkan daripada martabak telor biasa! 

Laksa Betawi 

Laksa Betawi (Foto: Potrait Nusantara)

Konon katanya, kuliner khas Jakarta ini berasal dari daerah Cibinong yang kemudian merambah ke Jakarta dengan sebutan Laksa Betawi, dengan penjual yang biasanya orang Cina Betawi. Makanan sepinggan yang berkuah kuning kental ini biasanya terdiri dari bihun, perkedel, telur, lontong, daun kemangi, daun kucai dan isian boga bahari. Dulu, kuliner Jakarta yang satu ini biasa dijajakan oleh pedagang keliling. Namun kini laksa Betawi sudah termasuk langka dan hanya disajikan di restoran tertentu atau saat gelaran Ulang Tahun Jakarta.

Nasi Ulam 

Nasi ulam (Foto: Rasamasa)
Selain nasi uduk, ada juga nasi ulam yang terkenal sebagai kuliner khas Betawi. Mendapat pengaruh dari budaya kuliner Cina, nasi ulam biasanya memakai nasi pera yang disiram dengan semur kentang/ semur tahu/ semur telur. Disajikan juga dengan sambal kacang, nasi ulam biasanya ditambah dengan cumi asin goreng, bihun goreng, telur dadar iris, dan perkedel kentang. Tak ketinggalan emping/ kerupuk, kemangi dan irisan timun yang membuat sajian ini semakin gurih. Nasi ulam bertambah nikmat dengan tambahan daun kemangi, sambal, bawang goreng, dan taburan kacang tanah tumbuk. Namun, tak seperti nasi uduk, nasi ulam saat ini terbilang cukup langka di pasaran.

Kue Rangi 

Kue Rangi (Foto: Masihbaru)

Jajanan khas Betawi yang kenyal ini terbuat dari tepung beras. Dalam penyajiannya, saos kental gula merah yang sudah dicampur dengan tepung hunkwe disiram ke bagian atas kue rangi, yang menjadi ciri khasnya. Di beberapa daerah seperti areal Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, dan bahkan di Depok, Jawa Barat, kudapan ini cukup mudah didapat. Namun selain di situ, kue ini pun sudah sangat jarang ditemui kecuali pada saat Ulang Tahun Jakarta. 

Gabus Pucung 

Sayur ikan gabus pucung (Foto: cookpad)
Masakan khas Betawi ini terbuat dari bahan dasar ikan gabus. Diracik dengan bumbu menyerupai rawon, kuah gabus pucung lebih kental dan isiannya ikan, bukan daging. Sayangnya, seiring banyaknya pembangunan di sekitar area sungai, keberadaan ikan gabus yang menjadi bahan baku masakan ini pun menjadi langka. Tak heran, selain pada saat perayaan hari jadi Jakarta, masakan khas satu ini biasa dihidangkan pada tradisi Betawi Nyorog, yang biasa dilakukan menjelang bulan puasa, di mana anak memberi hantaran makanan pada keluarga yang lebih tua.

Kembang Goyang 

Kembang Goyang (Foto: resepkoki)

Kue kering yang terbuat dari tepung beras ini juga sekarang sulit ditemui. Ya, kan? Makanya  jangan heran jika banyak warga asli Betawi yang tidak mengetahui Jajanan khas Betawi ini. Namun saat Lebaran biasanya orang Betawi selalu membuat kudapan ini di rumahnya. Dinamakan kue kembang goyang karena saat memasaknya cetakan digoyang di atas minyak panas. Gitu loh, Trubus Mania. 

Ketupat Babanci 

Sayur ketupat babanci (Foto: jakarta-tourism)
Sayur babanci atau ketupat babanci ini menjadi salah satu kuliner ikonik yang cukup melegenda bagi warga Betawi, nama babanci sendiri diambil dari kata “banci”, dimana sayuran yang digunakan di dalam makanan ini sangat banyak ragamnya sehingga sulit mendefinisikan namanya. Ketupat babanci terbilang langka karena bahan dan rempah-rempah yang digunakan untuk membuat makanan ini sudah sulit ditemukan, salah satunya buah jali-jali. Pasti penasaran, kan? [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: