Sambil Menatap Danau Toba, Yuk Kenalan Wisata Kuliner dan Belanja di Tongging 

TrubusTravel
Binsar Marulitua
05 Juni 2019   13:00 WIB

Komentar
Sambil Menatap Danau Toba, Yuk Kenalan Wisata Kuliner dan Belanja di Tongging 

lanskap Danau Toba, Sumatera Utara (Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara selalu berhasil memikat wisatawan dalam maupun luar negeri lewat tutur keindahan alam dan cerita budayanya. Sederet destinasi yang tak kalah keren seperti Lembah Bakkara, Air Terjun Situmurun Binangalom, sampai Air Terjun Binanga Bolon bisa dikunjungi dalam waktu bersamaan. 

Jika Anda berencana menjelajahi kawasan Danau Toba yang penuh sisi eksotisme alam yang menawan ini, jangan lupa mampir ke Desa Tongging yang berada di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Memandang  keindahan  Gunung Sipiso-piso akan lengkap rasanya sambil icip icip kuliner dan belanja berbgai produk karya tangan- tangan masyarakat adat Batak dan Karo. Menarik Bukan? 

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja, Kementerian Pariwisata (Kementar) Virginia Kadarsan  mengatakan ada banyak keuntungan bila wisata kuliner dan belanja dikembangkan lebih cepat di Kawasan Danau Toba.

"Dua jenis wisata ini sangat kompetitif untuk mendatangkan pemasukan yang besar,” kata Virginia dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Virginia menambahkan, tindak lanjut pengembangan wisata kuliner dan belanja akan memberikan dampak positif bagi sejumlah tempat wisata di Danau Toba. 

Desa Tongging berada sekitar 1 jam dari Brastagi dan menempel langsung di Danau Toba dengan latar belakang Gunung Sipiso-Piso. Di sini juga dijumpai Air Terjun Sipiso-Piso. Posisinya berada elevasi 800 mdpl, lalu memiliki ketinggian 120 meter.

Aktivitas lainnya adalah trekking di kawasan gardu pandang. Kawasan ini sangat menarik dengan rute berkelok-kelok.

Ia melanjutkan penjelasan perlu campur tangan para stakeholder di sekitar kawasan Danau Toba untuk mewujudkan itu, mulai dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) hingga masyarakat dan pelaku industri wisata.

“Komitmen kuat seluruh stakeholder di sana sudah didapatkan. BPODT akhirnya sepakat menggunakan Tongging sebagai proyek awalnya. Tongging akan digunakan sebagai awal identifikasi dan pengembangan Wiskulja. Selain posisinya, kawasan ini memiliki potensi besar,” katanya.

Terpisah, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini, menambahkan wisata kuliner dan belanja menjadi pemasukan besar bagi pengembangan ekonomi kreatif. Pada 2017, kuliner memberikan pendapatan hingga 41,69 persen.

Sedangkan wisata belanja memberikan kontribusi hingga 33,85 persen. Menariknya pertumbuhan ekonomi kreatif naik 4,95 persen pada 2016. Distribusinya terhadap PDB Nasional 7,39 persen hingga 7,44 persen pada rentang 2014-2016.

“Percepatan pengembangan Wiskulja di Kawasan Danau Toba harus dilakukan. Harapannya, tentu agar destinasi ini semakin optimal memberikan value secara ekonomi. Potensi yang ada bisa terdistribusikan secara optimal,” katanya.

Sembari menuju tahap berikutnya, pemahaman konsep Wiskulja harus dimiliki stakeholder pariwisata di Karo dan Sumut. Menurut Oneng, konsep pengembangan gastronomi di Indonesia dipengaruhi 3 elemen. Segitiga tersebut adalah kuliner, budaya, dan sejarahnya. Faktor turunannya terdiri dari ritual, rempah-rempah, dan storytelling.


“Pemahaman pengembangan wisata kuliner dan belanja di Kawasan Danau Toba harus dikuasai. Di sini yang utama agar kuliner juga memunculkan aktivitas. Jadi harus ada atraksi kulinernya. Untuk mengarah ke sana, elemen seperti storytelling sangat penting. Yang jelas, tahap lanjutan pengembangan wisata kuliner dan belanja harus dilakukan,” katanya.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Hore! Kaldera Toba Terpilih jadi Unesco Global Park Baru

Destinasi   08 Juli 2020 - 17:46 WIB
Bagikan: