Kemenpar Dorong Masyarakat Sukabumi dan Mojokerto Kembangkan Desa Wisata

TrubusTravel
Syahroni | Followers 2
30 Mei 2019   12:00

Komentar
Kemenpar Dorong Masyarakat Sukabumi dan Mojokerto Kembangkan Desa Wisata

Pelatihan masyarakat desa Wisata. (Foto : Doc/ Kemenpar)

Trubus.id -- Sukabumi dan Mojokerto memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata desa. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Masyarakat Pariwisata Kementerian Pariwisata Ambar Rukmi, di Sukabumi, belum lama ini.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Desa Wisata di dua lokasi tersebut yakni di Hotel Santika Sukabumi, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dan di Sanggar Bhagaskara, Desa Wisata Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa wisata agar mereka mampu berinovasi dan mengembangkan potensi desa,” katanya dalam siaran persnya.

Baca Lainnya : Jadi Destinasi Wisata Dunia, Bali Kembangkan Desa Wisata

Tak kalah penting kata dia, komitmen dan peran kepala desa untuk menyinergikan program pengembangan desa wisata dengan pihak-pihak lain.

“Untuk membangun dan mengembangkan desa wisata perlu komitmen antara kepala desa kemudian masyarakatnya. Karena dalam hal ini Kemenpar hanya sebatas fasilitator dan motivator,” kata Ambar.

Ia juga mengingatkan, pentingnya masyarakat desa untuk menerapkan konsep sapta pesona untuk menyambut wisatawan yang datang. Sapta pesona terdiri dari tujuh unsur yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Baca Lainnya : Desa Dabong Dikembangkan Sebagai Daerah Wisata Mangrove

Caranya, kata Ambar, bisa dimulai dengan menyediakan fasilitas umum beserta pelayanan yang baik kepada wisatawan.

“Misalnya menyediakan minuman selamat datang atau ‘welcome drink‘ khas desa ini,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Ambar, ketersediaan ‘homestay‘ dengan fasilitas kamar tidur yang baik harus disediakan. Lalu kamar mandinya juga harus layak bagi wisatawan baik asing maupun lokal.

“Semua hal ini perlu diperhatikan oleh semua masyarakat, perangkat desa, serta dinas pariwisata setempat. Ini cara agar desa ini tidak hanya menjadi tempat transit. Tapi juga bisa menjadi fokus destinasi wisata bagi wisatawan,” jelas Arum. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 30 Mei 2019 - 12:31

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: