Tahun Ini Kaldera Toba Ditarget Menyandang Status Geopark Global UNESCO

TrubusTravel
Reza Perdana | Followers 2
13 Mei 2019   19:00

Komentar
Tahun Ini Kaldera Toba Ditarget Menyandang Status Geopark Global UNESCO

FGD Penyusunan materplan geopark Kaldera Toba, Senin (13/5). (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BPGKT) serta perwakilan Dinas Pariwisata Pemkab Kawasan Danau Toba, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka finalisasi master plan pengembangan Geopark Kaldera Toba (GKT) di Grand Mercure Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/5).

Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Indra Ni Tua mengatakan, status GKT saat ini masih sebagai geopark nasional. Karena itu, semua pihak terkait masih terus bekerja untuk menjadikannya sebagai geopark global.

"Status GKT pada April 2019 lalu ditangguhkan untuk menjadi Geopark Global UNESCO dengan memberikan 9 rekomendasi yang harus dikerjakan 3 bulan berikutnya, salah satunya finalisasi master plan," kata Indra, Senin (13/5).

Baca Lainnya : Wagub Sumut: Kaldera Toba Siap Dinobatkan jadi UNESCO Global Geopark

Diungkapkan Indra, target pemerintah, GKT harus dapat menjadi Geopark Global di tahun ini. Pasalnya jika tidak, pengusulan geopark lainnya di Indonesia jadi terhambat. Sebab jika GKT tidak masuk, sulit geopark lain untuk diusulkan.

"Karena antri di sana dan hanya 2 geopark yany bisa diusulkan per tahun," ungkapnya.

GM BPGKT, Wan Hidayati menerangkan, BPGKT secara khusus dan pemerintah bertekad untuk mewujudkan GKT sebagai Geopark Global UNESCO tahun ini, yang diharapkan akan diumumkan dalam Simposium Jaringan Geopark Global Asia Pasifik di Global Geopark Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 1-9 September 2019 mendatang.

"Kita bertekad menyelesaikan rekomendasi UNESCO. Kita sangat optimis GKT menjadi anggota GGU tahun ini. Pada dasarnya, rekomendasinya tidak sulit. Inilah master plan kita upayakan siap dalam seminggu ini dan langsung disampaikan ke Kemenpar," jelas Hidayati.

Baca Lainnya : Kemenko Maritim Pimpin Percepatan Geopark Kaldera Toba Menjadi Unesco Global Geopark

Adapun 8 rekomendasi lainnya yang harus dilengkapi adalah visibiliti geosites, seperti Gapura, petunjuk arah, yang sebenarnya sudah ada. Kemudian konservasi geosite, upgrade informasi geopark dalam website, informasi geologi yang diperbanyak di sekolah dasar Kawasan GKT, informasi GGU di Pusat Informasi Parapat.

"Serta penguatan jaringan geopark global lainnya dengan aktif mengikuti konferensi geopark," sebutnya.

Humas BPGKT, Karmel Simatupang menambahkan, GKT kembali didaftarkan pemerintah Indonesia untuk menjadi salah satu anggota GGU pada November 2017. Berbagai usaha terus dilakukan, khususnya di 16 geosite GKT yang tersebar di 7 kabupaten agar GKT bisa lolos menjadi geopark global. 

"Tentunya, dengan demikian Kawasan Danau Toba akan semakin dikenal dan mendunia," Karmel menandaskan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: