Pertama di Dunia, Museum Nyamuk Ada di Pangandaran

TrubusTravel
Astri Sofyanti | Followers 1
16 April 2019   10:30

Komentar
Pertama di Dunia, Museum Nyamuk  Ada di Pangandaran

Museum Nyamuk di Pangandaran (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ada yang unik nih Trubus Mania di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Di sana terdapat museum yang bahkan pertama di dunia, yaknin Museum Nyamuk. Ketika kamu berkunjung ke Pangandaran, Museum Nyamuk ini merupaan satu-satunya di dunia serta cocok untuk wisata edukasi ilmiah karena pengunjung bisa mempelajari berbagai hal tentang nyamuk.

Mengutip laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Museum Nyamuk ini berada di Desa Babakan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Pangandaran, tepatnya di komplek perkantoran Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) yang dikelola Kementerian Kesehatan. Di sana kamu bisa mengetahui jenis-jenis nyamuk dan juga ciri-cirinya.

Museum Nyamuk mempunyai berbagai fasilitas pendukung seperti Gedung Sinema (teater Nyamuk), ruang multimedia, dan ruang Cinderamata. 

Pendiri Museum Nyamuk di Pangandaran ini adalah Sugiono, saat itu ia menjabat sebagai Kepala Loka Balitbang P2B2. Museum ini diresmikan pada 19 Agustur 2009 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan.

Latar belakang pendiriannya adalah penyakit menular dengan vektor nyamuk yang sampai saat ini masih menjadi persolan besar di negara tropis seperti Indonesia.

Pengunjung dapat mengenal dan mengetahui berbagai fase perkembangan nyamuk, beserta contoh-contoh specimen genus mulai dari Aedes aegepty, nyamuk penyebar demam berdarah, hingga nyamuk Culex quin-ques-fast-ciatus, penyebar penyakit kaki gajah. 

Selain itu, di Museum Nyamuk ini pengunjung juga bisa menonton film dokumenter tentang siklus kehidupan nyamuk.

Museum Nyamuk sendiri memiliki sekitar 80 koleksi nyamuk vector penyebar penyakit asal dari Indonesia. Koleksi museum dibagi dalam 6 genera, yaitu: Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk selain itu juga dilengkapi koleksi tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat untuk gejala penyakit yang dibawa nyamuk.

Keberadaan Museum Nyamuk setidaknya dapat membantu masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang nyamuk secara menyeluruh. Yuk kita agendakan ke sana.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Lima Wisata di Tarakan yang Sayang Dilewatkan

Hernawan Nugroho   Destinasi
Bagikan:          
Bagikan: