Ridlo Kamal, Seniman Kreatif Bangkitkan Budaya Kebumen

TrubusTravel
Karmin Winarta | Followers 0
05 Feb 2019   07:00

Komentar
Ridlo Kamal, Seniman Kreatif Bangkitkan Budaya Kebumen

Kesenian tradisional Kebumen (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebumen, identik dengan bahasa ngapaknya. Dan bahasa khas wilayah ini sering dijadikan bahan candaan oleh beberapa orang yang secara implist tujuannya mengolok-olok. 

Namun bagi Ridlo Kamal, bahasa ngapak, bahasa ibu yang ia pakai sejak lahir justru dijadikan kekuatannya dalam berkesenian. Ia bersama empat temannya sejak beberapa tahun lalu mendirikan dan mengelola Komunitas Titik Kumpul. 

Komunitas ini merupakan wadah bagi generasi muda Kebumen dan sekitarnya untuk menyalurkan kreativitas mereka di dunia seni. Mulai dari seni musik, tari, teater, puisi, dan kesenian tradisional Kebumen yang pelan-pelan menghilang.

Baca Lainnya: Titik Kumpul, Kenalkan Budaya Kebumen ke Dunia di Taiwan

Ridlo Kamal dengan Titik Kumpulnya berusa membangkitkan budaya tradisional dan mengembangkannya dengan mengenalkan ke publik yang lebih luas. 

Hasilnya, pada tanggal 15 Maret 2019 Titik Kumpul diundang untuk mengadakan pentas di Taiwan. Sebanyak 14 anggota komunitas ini akan pentas selama 40 hari penuh di acara  Yilan Green Expo Taiwan yang ke-19.

Ridlo Kamal, yang saat ini juga sebagai guru di salah satu SMA di Kecamatan Ayah, Kebumen menceritakan, ia mendirikan Titik Kumpul karena ia "mati gaya" setelah lulus kuliah di Jogja.

"Selama tinggal di Jogja banyak acara, aktif di teater dan seni lainnya, terus di rumah kegiatanya cuman kerja. Awalnya di Titik Kumpul hanya fokus pada musik. Seiring berjalannya waktu saya sering bikin video lalu sekarang menekuni bidang sinematografi, "katanya.

(Ridlo Kamal, Seniman Kebumen)

Sampai saat ini anggota Komunitas Titik Kumpul telah mencapai ratusan orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kebumen, Gombong dan sekitarnya.

Komunitas ini berusaha merangkul generasi muda yang berbakat seni di wilayah Kebumen. Menurut Ridlo, di Kebumen, khususnya di Kecamatan Ayah banyak potensi seni yang perlu dikembangkan.

Dan Titik Kumpul yang bermarkas di Demangsari, Ayah, Kebumen ini juga ingin membangkitkan kebanggaan anak-anak muda dengan budayanya sendiri. Mereka mencipta lagu, film dengan bahasa Kebumen. 

Soal bahasa ngapak ini, pria yang mempunyai akun Instagran @Ridlokamal ini merasa terintimidasi. Selama ini banyak content creator, pencipta lagu, pembuat film selalu mengidentikkan bahasa ngapak dengan komedi.

Baca Lainnya: Goa Barat, Keindahan 100 Air Terjun di Kebumen

"Saya ingin menghilangkan stereotip masyarakat bahwa bahasa ngapak itu lucu. Ya memang bisa dikatakan lucu kalau lagi melucu tapi kalau kita lagi baper atau serius,  kan juga tidak lucu, " katanya kepada Trubus.id.

Ia pun mencipakan konten-konten dengan bahasa ngapak yang serius, romantis, menggugah emosi dan bikin baper untuk mengubah stigma masyarakat bahwa ngapak pun bisa serius. 

Ia pun mengajak para anggota Titik Kumpul untuk mengubah pemikiran mereka bahwa berkesenian ini tak hanya mencari materi, namun bagaimana berkarya dengan hati nurani. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Lima Wisata di Tarakan yang Sayang Dilewatkan

Hernawan Nugroho   Destinasi
Bagikan:          
Bagikan: