Tradisi Perayaan Tahun Baru Unik di 7 Negara

TrubusTravel
Ayu Setyowati | Followers 0
31 Des 2018   20:00

Komentar
Tradisi Perayaan Tahun Baru Unik di 7 Negara

Ilustrasi (Foto : Denver)

Trubus.id -- Tahun baru 2019 hanya dalam hitungan jam saja. Satu hal yang banyak dilakukan penduduk dunia, termasuk Indonesia, dalam menyambut tahun baru adalah merayakannya secara meriah. Meniup terompet dan menyalakan kembang api adalah beberapa tradisi yang dilakukan mayoritas warga dunia. Sebenarnya, ada banyak cara unik yang dilakukan oleh penduduk di berbagai dunia dalam merayakan pergantian tahun ini. Berikut tujuh negara dengan tradisi perayaan tahun baru yang super unik. 

Spanyol 
Saat detik-detik pergantian tahun, biasanya ditandai dengan menghitung mundur jam dan meniupkan terompet serta menyalakan kembang api tepat saat tahun berganti. Namun, sebagian orang Spanyol justru melewatkan detik-detik pergantian tahun dengan hal tak biasa. Mereka menghitung mundur malam pergantian tahun sembari mengisi mulut dengan 12 anggur dan mengunyahnya tepat saat tahun berganti. Setiap satu buah anggur diisi berdasarkan denting bel. Yang berhasil mengisi mulut dengan 12 anggur dipercaya akan mendapatkan keberuntungan di tahun depan. 

Ekuador 
Melansir Kompascom, negara di Amerika Selatan ini memiliki tradisi yang terbilang unik saat menyambut tahun baru, yakni membakar orang-orangan sawah., Tradisi ini konon bertujuan mengusir segala nasib buruk atau hal-hal buruk yang terjadi pada tahun lalu. Warga Ekuador membakar orang-orangan sawah beserta foto-foto benda yang mewakili tahun lalu tepat di malam tahun baru.  

Peru 
Festival Takanakuy, adalah festival tahunan yang diadakan orang-orang Peru tiap akhir Desember, yang berupa ajang tinju antar komunitas. Setiap petarung bertanding di sebuah ring yang diawasi oleh polisi setempat. Dalam bahasa setempat, Takanakuy berarti 'ketika darah mendidih'. Kabarnya, pertarungan yang digelar sangat aman dan dipercaya sebagai awal baru untuk menyambut tahun yang lebih baik. 

Filipina 
Pergantian tahun di negara ini dirayakan dengan benda serba bulat, untuk merepresentasikan uang koin. Tradisi ini bermaksud untuk mendatangkan kemakmuran dan kekayaan untuk tahun yang akan datang.Itu sebabnya orang-orang Filipina mencoba menggunakan sebanyak mungkin hal untuk mewakili koin dan kekayaan. 

Denmark 
Memecahkan piring menjadi salah satu tradisi warga Denmark dalam merayakan tahun baru. Jadi, piring yang tak terpakai disimpan sepanjang tahun, yang kemudian pada tanggal 31 Desember akan dilemparkan di depan pintu teman dan keluarga. Meski terkesan ada unsur vandalisme, bagi mereka ini justru wujud ungkapan kasih sayang. 

Jepang 
Di Jepang, detik-detik perhitungan tahun baru dimulai dari hitungan ke 108 dengan membunyikan loceng sebanyak 108 kali. Tradisi ini mengikuti ajaran Buddha yang diyakini bisa menghapus semua dosa manusia. Ritual ini juga dipercaya membawa keberuntungan agar kita selalu tersenyum dan tertawa ketika memasuki tahun baru. 

Amerika Selatan 
Di negara-negara Amerika Selatan seperti Meksiko, Bolivia dan Brasil, nasib kita untuk tahun yang akan datang ditentukan oleh celana dalam yang kita pakai. Mereka yang ingin menemukan cinta harus memakai pakaian dalam merah untuk tahun baru. Bagi yang ingin meraih kekayaan, harus memakai celana dalam warna kuning yang dipercaya membawa kekayaan dan keberuntungan. Jika kita ingin sedikit kedamaian untuk tahun baru, maka disarankan untuk memakai celana dalam putih. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: