Terinspirasi Suami yang Tewas, Dua Orang Istri Bertekad Gapai Puncak Everest 

TrubusTravel
Binsar Marulitua | Followers 0
28 Des 2018   11:43

Komentar
Terinspirasi Suami yang Tewas, Dua Orang Istri Bertekad Gapai Puncak Everest 

Puncak Gunung Everest (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Furdiki dan Nima Doma. Dua orang Istri tersebut berencana mendaki gunung Everest dengan ketinggian 8848 di atas permukaan laut pada Pegunungan Himalaya. Ambisi tersebut adalah jawaban atas kegagalan suami mereka yang tewas dalam menyelesaikan pendakian di gunung tertinggi dunia tersebut.

Kedua orang tersebut berasal dari Suku Sherpa. Suku Sherpa  adalah salah satu suku di Tibet yang hidup di lereng-lereng gunung Himalaya. Mereka terkenal karena keahlian mendaki dan mengenal medan hingga sering menjadi pemandu para pendaki Everest.

Baca Lainnya: Berisiko, Wisata Gunung Berapi Tetap Marak, Apa Sebabnya?

Suami Furdiki Sherpa meninggal saat memperbaiki tali untuk klien asingnya di gunung setinggi 8.850 meter (29.035 kaki) pada tahun 2013.

Dia mengatakan akan mengajak Nima Doma Sherpa, istri dari salah satu dari 16 sherpa yang terbunuh dalam longsoran salju di dekat basecamp pada tahun 2014 untuk mendaki bersama pada Mei 2019.

Furdiki, 42 tahun, yang seperti para Sherpa lainnya hanya memakai nama pertama, mengatakan kematian suaminya mengakibatkan kesulitan ekonomi yang berat.

“Kematian suami saya bukan akhir dari hidup saya,” kata ibu dua anak.

“Saya menjalankan ekspedisi ini untuk menyebar pesan bahwa para janda bisa menyelesaikan petualangan yang berat, dan menginspirasi untuk wanita lainnya," tambahnya seperti dikutip Reuters. 

Baca Lainnya: Cinta Lingkungan dan Peduli Isu Sosial, Prediksi Tren Wisata 2019

Nima yang berusia 36 tahun ini mengatakan mereka telah latihan dengan memanjat dua puncak gunung yang lebih kecil, sebelum mencoba peruntungan di Everest. 

Berdasarkan data  dan informasi situs resmi pendakian Gunung Himalaya, Everest telah didaki oleh 4.833 orang sejak pertama kali didaki oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa dari Selandia Baru pada tahun 1953.

Dalam Pendakian, hanya sekitar 500 dari pendaki Everest adalah perempuan. "Saya melakukan ekspedisi untuk menyebarkan pesan bahwa para perempuan dapat melakukan petualangan yang begitu sulit."

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

3 Tips Libur Lebaran Supaya Kamu Tidak Boros

Thomas Aquinus   Bacpacker
Bagikan: