Salai Ikan, Teknik Mengawetkan Bahan Pangan yang Eksis Hingga Kini

TrubusTravel
M Syukur | Followers 0
14 Des 2018   16:30

Komentar
Salai Ikan, Teknik Mengawetkan Bahan Pangan  yang Eksis Hingga Kini

Selai ikan (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Kehadiran lemari pendingin memudahkan masyarakat menyimpan bahan makanan dalam waktu lama. Hanya saja, bahan makanan tidak akan segar lagi bahkan terkadang berubah rasa, tidak seperti baru dipetik ataupun ditangkap untuk ikan.

Selain perkembangan teknologi, menyimpan makanan untuk waktu lama ada juga memakai bahan kimia, seperti pengawet. Namun resikonya sangat tinggi bagi kesehatan karena mudah memicu kanker ataupun penyakit berbahaya lainnya.

Di zaman dahulu, sebelum kedua hal itu ada, masyarakat punya cara sendiri membuat bahan makanan tahan lama, pastinya tidak menggunakan pengawet. Misalnya ada asinan ataupun cara pengeringan lainnya.

Khusus di Riau, mungkin juga ada di daerah lain, masyarakatnya punya teknik sendiri menjaga bahan makanan seperti ikan agar bertahan lama untuk beberapa bulan atau bahkan tahunan.

Baca Lainnya: Bolu Kemojo, Oleh-oleh Khas Pekanbaru yang Legit dan Enak

Cara ini dikenal dengan salai, ada juga yang menyebutnya sale. Teknik ini terlebih dahulu membersihkan bagian dalam ikan, lalu dibelah dan diletakkan ke sebuah wadah berjarak satu meter dari tanah.

"Kemudian dari bawah dibuatkan api yang ditutup sekelilinnya, tidak boleh besar karena harus dijaga agar ikan tidak gosong. Yang dibutuhkan itu panasnya," sebut Zubaidah, warga Kampar yang hingga kini masih terus membuat salai untuk persediaan makanan.

Dia menjelaskan, ikan yang sudah dibersihkan disusun rapi di atas bara api. Hal ini dibuat agar ikan berdempet ketika kering sehingga tak membutuhkan ruang besar menyimpannya.

Lama pengeringan ikan ini tergantung jumlah dan banyak bara api, di mana kuncinya harus seimbang. Ikan juga harus sering dibolak-balik dengan jeda waktu tertentu agar kekeringannya seimbang.

"Tidak butuh bumbu ataupun bahan lainnya," jelas Zubaidah.

Menurutnya, semua jenis ikan bisa dibuat salai, termasuk jenis ikan laut. Namun karena Kampar lebih terkenal dengan ikan sungainya, satwa laut tentu tidak jadi pilihan. 

Baca Lainnya: Berburu Kuliner Lezat di Jalan Sumatera Festival di Pekanbaru

Dari semua ikan sungai, Silais, Baung ataupun Patin menjadi pilihan utama. Selain rasanya enak kalau dikeringkan, ketahanannya juga kuat dibanding ikan lainnya.

"Biasanya Silais jadi pilihan karena rasanya yang gurih. Apalagi kalau digulai campur terong asam, lebih enak dan segar," katanya.

Sebagai informasi, ikan salai ini sudah menjadi ciri khas Riau, terkhusunya lagi salai Silais yang sudah menjadi ikon di Kota Pekanbaru. Harga per kilonya bahkan setara atau bahkan lebih dari harga daging sapi.

Ikan ini bahkan menjadi oleh-oleh dari Riau. Ketahanannya hingga berbulan-bulan menjadi pilihan dibawa dalam perjalanan jarak jauh.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: