Cinta Lingkungan dan Peduli Isu Sosial, Prediksi Tren Wisata 2019

TrubusTravel
Ayu Setyowati | Followers 0
22 Okt 2018   11:00

Komentar
Cinta Lingkungan dan Peduli Isu Sosial, Prediksi Tren Wisata 2019

Belajar budaya lokal adalah salah satu tren wisata yang diprediksi akan berkembang tahun depan (Foto : Intrepid Travel)

Trubus.id -- Seiring perkembangan tren berlibur yang semakin pesat, Booking.com sebagai salah satu platform pembelian tiket transportasi dan akomodasi terbesar di dunia, memprediksi akan ada beberapa perubahan perilaku wisatawan dalam menikmati momen liburannya di tahun 2019 mendatang. Apa saja ya? 

Destinasi di Luar Ekspektasi 

Survei yang dilakukan ke 100 orang wisatawan menyatakan bahwa 60 persen wisatawan tertarik mencoba menginap di bawah laut. Berbagai tipe hotel dan rumah liburan yang terkesan mustahil untuk ditinggali akan bermunculan di 2019 untuk merealisasikan imajinasi masyarakat di masa depan.

Sekitar 40 persen wisatawan mengaku sangat antusias dengan prospek pembangunan Lunar Space Station milik NASA yang memungkinkan makhluk bumi untuk menikmati luar angkasa.

Lebih Cinta Lingkungan 

Kesadaran akan pentingnya keberlangsungan lingkungan tampaknya sudah diterapkan oleh semua wisatawan. Terbukti, sejumlah 86 persen wisatawan global mengatakan bahwa mereka bersedia meluangkan waktu untuk kegiatan yang dapat mengimbangi dampak lingkungan dari kunjungan mereka. Sementara sepertiganya bersedia membersihkan sampah plastik dari pantai atau atraksi wisata lain.

Menurut hasil penelitian yang lebih dalam mengenai praktik ini, liburan yang didorong oleh keinginan wisatawan untuk bepergian dengan hati nurani merupakan investasi dalam memulai usaha berkelanjutan. Inilah faktor utama yang makin dipikirkan oleh pengusaha pariwisata. 

Yang Penting Pengalaman 

Wisatawan menginginkan pengalaman yang lebih besar dibandingkan perjalanan sebelumnya. Bahkan, hasil survei membuktikan bahwa 60 persen wisatawan menganggap jika pengalaman lebih berharga dibandingkan harta benda.
Oleh karena itu, mereka akan cenderung memilih aktivitas yang autentik dan mengikuti budaya destinasi tujuan seperti makan, tidur, hingga rutinitas sehari-hari.

Memaksimalkan Perjalanan Pendek 

Lebih dari setengah responden berencana untuk memaksimalkan waktu luang di akhir pekan dengan melakukan perjalanan. Mereka akan mengatur perjalanan lebih seksama dengan itinerary padat yang memungkinkan untuk dijangkau dalam waktu dua hari saja. Mereka memercayai bahwa pengalaman yang berkesan tidak selalu harus dilakukan di tempat yang luar biasa atau dalam jangka waktu panjang.

Berwisata Sambil Belajar 

Sekitar 56 persen wisatawan global setuju bahwa bepergian telah mengajarkan ilmu keterampilan hidup yang priceless. Tampaknya, di tahun 2019 nanti, keputusan perjalanan napak tilas dan berkenalan lebih jauh kepada budaya lokal masyarakat setempat menjadi makin diminati. Peningkatan jumlah liburan yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan relawan juga diprediksi akan makin dicari. 

Mendambakan Kemudahan 

Beberapa tahun ini, para wisatawan telah mengenal sejumlah inovasi berteknologi canggih yang memudahkan pengalaman liburan. Wisatawan akan memanfaatkan berbagai kemudahan seperti pelacakan bagasi real time melalui aplikasi seluler dan pemesanan kamar.

Hampir 31 persen wisatawan juga menyukai gagasan agen perjalanan virtual di rumah mereka seperti menggunakan fitur yang diaktifkan dengan suara untuk menjawab pertanyaan.

Lebih Dekat dan Personal 

Perkembangan konsumsi informasi perjalanan akan semalin berkembang pesat. Panduan umum dan komprehensif berisikan konten pendek, relevan dan personal yang terintegrasi dengan rapi semakin diminati.

Sepertiga dari wisatawan bahkan menginginkan sesuatu yang dapat memberikan rekomendasi perjalanan untuk mereka. Bahkan, lebih dari setengahnya mengharapkan pemandu wisata digital.

Memperhatikan Isu Sosial Destinasi Wisata 

Meningkatnya minat global terhadap isu sosial membuat prediksi wisatawan pada tahun 2019 akan lebih menyelami destinasi wisata yang kaya akan nilai sosial. Saat ini, hampir separuh wisatawan merasa masalah sosial di suatu wilayah menjadi salah satu faktor penentu tujuan wisata. Lebih dari setengahnya memilih untuk tidak pergi ke suatu destinasi jika memprediksikan isu sosial masyarakat lokal akan berdampak negatif dan memengaruhi kenyamanan liburan mereka. [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: