Bogota Larang Turis Berfoto Bersama dan Beri Makan Merpati

TrubusTravel
Karmin Winarta | Followers 0
10 Okt 2018   21:00

Komentar
Bogota Larang Turis Berfoto Bersama dan Beri Makan Merpati

Burung merpati (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jika Trubus Mania berkunjung ke Bogota, Kolombia, sempatkan mampir ke Plaza Bolivar, sebuah alun-alun di era kolonial yang berada di antara katedral Katolik Roma dan gedung kongres Kolombia.

Salah satu keunikan yang biasa dilakukan para wisatawan di tempat tersebut adalah memberi makan kerumunan burung merpati. Namun tampaknya kebiasaan khas pengunjung ini akan segera berakhir.

Pemerintah tampaknya mulai membatasi aktivitas para pengunjung yang instagenik tersebut.

Baca Lainnya: Tingkatkan Kualitas Udara, 13 Kota di Dunia Ini Larang Mobil di Jalan Raya

Hal itu tampak pada sebuah sore, sekelompok petugas pemerintah dengan berpakaian menyerupai burung merpati mengelilingi alun-alun. Mereka mendesak para pengunjung untuk tidak memberi makan lagi pada burung merpati.

Dailymail menulis, Mauricio Cano, ahli biologi yang memimpin aksi tersebut mengatakan, "memberi makan burung merpati itu buruk untuk manusia, dan juga untuk burung-burung."

Usaha ini bertujuan untuk mengurangi jumlah populasi burung merpati. Beberapa negara telah melakukan hal yang sama seperti di London. Begitu juga di Paris memakai metode kontrasepsi untuk membatasi jumlah kawanan domba.

Baca Lainnya: Keledai Cantik Ini Memenangkan Kontes Miss Colombia 2018

"Kami tidak ingin memusnahkan merpati ini," kata Clara Sandoval, direktur departemen perlindungan hewan Bogota. "Tetapi kita memberi mereka kesempatan pada para merpati untuk kembali ke perilaku alaminya."

Sebuah penelitian menemukan fakta, populasi merpati itu berlipat ganda pada akhir pekan menjadi 3.400 burung karena jumlah wisatawan yang mengunjungi tempat ini juga membengkak.

Sayangnya melarang wisatawan untuk berhenti memberi makan burung terbukti sulit.  Karena memberi makan merpati dan berfoto bersama mereka di Bolivar Square telah menjadi tradisi lokal selama beberapa dekade. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: