Pemerintah Hanoi Desak Warga Berhenti Makan Daging Anjing

TrubusTravel
Diah Fauziah | Followers 0
12 Sep 2018   20:30

Komentar
Pemerintah Hanoi Desak Warga Berhenti Makan Daging Anjing

Daging anjing merupakan makanan populer di Hanoi, Vietnam. (Foto : NotAllowedTo)

Trubus.id -- Pejabat Hanoi mendesak warga untuk tidak lagi makan daging anjing. Menurutnya, hidangan populer itu menodai citra kota dan berisiko menyebarkan rabies.

Ya, daging anjing panggang, rebus atau kukus, mudah ditemukan di pasar dan toko makanan di seluruh Hanoi, kota yang terkenal karena makanan kaki limanya yang lezat. Daging anjing merupakan salah satu makanan tradisional Hanoi yang dimakan dengan anggur beras atau bir.

Namun, pada Selasa (11/9) kemarin, pejabat Hanoi memperingatkan warga agar tidak lagi mengonsumsi daging anjing untuk mencegah penyebaran rabies dan penyakit hewan lainnya.

Baca Lainnya : Burger Super Ekstrem, Disajikan dengan Daging Buaya, Tarantula dan Iguana

Tidak hanya daging anjing, warga juga didesak untuk berhenti makan daging kucing. Walaupun kurang populer dari daging anjing, hidangan dari daging kucing masih tersedia di pedesaan.

"Praktik membunuh hewan untuk dikonsumsi sangatlah kejam. Oleh karena itu, pemerintah kota berharap kebiasaan tersebut bisa secara bertahap dihapus," ujar salah seorang pejabat pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Tidak sekadar mencegah rabies dan penyakit hewan lainnya, pelarangan mengonsumsi daging hewan dilakukan untuk menjaga reputasi Hanoi sebagai kota beradab dan modern. Wajar, tidak sedikit orang di seluruh dunia yang menjadikan anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan, bukan bahan makanan.

Baca Lainnya : Tak Biasa, Restoran Ini Sajikan Masakan Daging Anjing Laut

"Perdagangan, pembunuhan dan penggunaan daging anjing maupun kucing telah menimbulkan reaksi negatif dari wisatawan dan ekspatriat yang tinggal di Hanoi," kata pernyataan itu.

Ada sekitar 493.000 anjing dan kucing di kota, di mana sebagian besarnya merupakan hewan peliharaan. Di lain sisi, sekitar 1.000 toko menjual daging hewan anjing dan kucing. Sejak awal 2018, sudah ada tiga orang meninggal dunia karena rabies.

Ibu kota Vietman ini memang terkenal akan makanan di pinggir jalan. Misalnya sup mi dan sandwich pate banh mi. Kota ini juga menjadi 'surga' bagi traveler yang suka mencicipi makanan aneh, misalnya daging katak goreng, embrio bebek, atau daging penyu. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: