Laris Manis, Pempek Palembang Ketiban Rejeki Asian Games

TrubusTravel
Thomas Aquinus
27 Agu 2018   21:30 WIB

Komentar
Laris Manis, Pempek Palembang Ketiban Rejeki Asian Games

Ilustrasi penjual pempek Palembang (Istimewa)

Trubus.id -- Kuliner khas Palembang pempek mengalami imbas positif penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018. Lokasi paling ramai dikunjungi anggota kontingen peserta Asian Games adalah di Pasar 26 Jl. Merdeka, Senin (27/08).

Sebelumnya, lokasi tersebut merupakan Kampung Pempek karena banyak toko penjual makanan khas tradisonal Palembang. Setiap penjual pempek di tempat itu sudah menyantumkan harga di menu dan depan toko mulai dari Rp1.000 hingga Rp1.200 per buah tergantung jenisnya.

Bahkan, sebagian toko juga melayani pemesanan untuk dikirim ke luar provinsi. Penjualan dirasakan meningkat sampai 100 persen sejak hari Minggu kemarin (26/8).

Baca Lainnya : Gelorakan Penghijauan Kota, Toko Trubus Buka Cabang Ke-20 di Palembang 

“Saya tahunya karena mereka pakai seragam kontingen dan kartu pengenal Asian Games,” ujar Ridwan, salah satu pemilik toko Pempek Reyhan 26.

Pria berusia 45 tahun tersebut mengungkapkan, mayoritas konsumen berasal dari kontingen Indonesia untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Selama Asian Games berlangsung, tokonya memproduksi lebih banyak pempek dari biasanya yang membutuhkan bahan tepung sagu 100 kilogram sehari menjadi hingga 200-300 kilogram.

Dikatakannya, penjualan dari peserta Asian Games sepertinya dari yang sudah selesai bertanding. “Mungkin kemarin-kemarin mereka fokus ke pertandingan saja,”ujarnya.

Laris manisnya pempek masa Asian Games juga dirasakan oleh Hanun (40), warga Palembang, yang mengaku sudah banyak dapat pesanan pempek dan krupuk kemplang dari atlet, ofisial dan panitia pelaksana lomba.

Baca Lainnya : 5 Fakta Unik Pempek, Kuliner Lokal yang Mulai Mendunia

Sebagai penjual jasa, Hanun memanfaatkan peserta Asian Games yang datang ke kota Palembang dengan menawarkan jasa dengan mempromosikan toko penjual pempek yang bagus sambil mengantar penumpang. Kalau ada yang tertarik pesan lewat saya, kami saling tukar nomor ponsel.

“Tinggal pesan, lalu saya antar ke hotel. Sudah banyak yang pesan sampai berkotak-kotak untuk dimakan langsung atau dibawa pulang juga bisa,” ujarnya.

Sementara itu, penjual pempek di Toko Nyayu 26, Titi, mengungkapkan akan memberikan komisi bagi perantara yang membawa rombongan tamu untuk belanja di tokoya. "Komisi pastinya ada, biasanya tergantung berapa banyak tamu yang dibawa," ujar Titi. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: