Pascagempa, Tiga Gili di Lombok Sudah Aman Dikunjungi

TrubusTravel
Astri Sofyanti
17 Agu 2018   19:00 WIB

Komentar
Pascagempa, Tiga Gili di Lombok Sudah Aman Dikunjungi

Kondisi Gili Trawangan usai gempa (Istimewa)

Trubus.id -- Rentetan gempa yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Lombok mulai dari 6,4 Skala Richter (SR) Minggu (29/7), kemudian disusul gempa 7,0 SR Minggu (5/8), gempa 6,2 SR Kamis (9/8) serta ratusan kali gempa susulan di bawah 6 SR, meluluhlantahkan hampir seluruh bagian wilayah tersebut. Salah satu kawasan yang paling parah terdampak gempa Lombok adalah Kabupaten Lombok Utara.

Ribuan bangunan hancur, menyebabkan puluhan ribu warga harus mengungsi ke tenda-tenda darurat.

Lebih dari 300 korban jiwa dan puluhan ribu bangunan roboh serta kian banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tenda-tenda darurat. Musibah gempa ini menyisakan kesedihan dan trauma yang mendalam bagi warga Lombok.

Sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat di pulau Seribu Masjid ini turut porak-poranda.

Baca Lainnya: Rayakan Kemerdekaan 2.018 Bendera Merah Putih Berkibar di Gunung Bromo

Objek wisata bahari Tiga Gili yakni Trawangan, Meno dan Gili Air di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara yang menjadi ikon pariwisata NTB juga tidak luput dari dampak gempa dahsyat yang mengguncang Lombok.

Gugusan tiga gili dengan pantai eksotis yang menjadi magnet pariwisata di bumi "Tioq Tata Tunak" (moto Lombok Utara) kini lumpuh total. Ribuan wisatawan dan warga setempat terpaksa dievakuasi.

Setelah sembilan hari pascagempa baru-baru ini Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar meninjau kondisi tiga Gili tersebut.

“Kerusakan akibat gempa di Tiga Gili tidak separah yang terjadi di lima kecamatan yang ada di Lombok Utara. Kerusakannya diperkirakan hanya sekitar 10 persen saja, namun masih banyak bangunan yang layak digunakan,” ucapnya.

Baca Lainnya: Masih Berstatus Waspada, Petugas SAR Larang Upacara Bendera di Gunung Merapi

Meski begitu, ia mengatakan membangun sektor pariwisata memang tidak mudah, namun ia yakin bisa membangun kembali, khususnya objek wisata Tiga Gili lebih cepat, sebab tidak banyak kesulitan ditemukan, karena banyak bangunan yang masih layak digunakan, hanya butuh beberapa sentuhan perbaikan.

Lebih lanjut dikatakan Najmul, hal terpenting yang dilakukan saat ini adalah menyampaikan kepada masyarakat di Indonesia dan dan dunia, bahwa kondisi di tiga gili sudah aman untuk dikunjungi, bahkan ditempati.

Soal isu air naik hingga daratan gili pascagempa, Najmul Akhyar mengatakan isu tersebut tidak benar. Objek wisata bahari Tiga Gili masih aman untuk kegiatan apapun, termasuk berwisata.

Untuk membuktikannya Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan mendatangkan wisatawan bekerja sama dengan salah satu perusahaan angkutan pada 19 Agustus 2018.

Najmul mengatakan, kini masyarakat mulai bangkit, kegiatan perekonomian sudah mulai berjalan kembali. Pasar-pasar tradisional pun sudah mulai buka.

Pihaknya juga berjanji objek wisata Tiga Gili akan segera dipulihkan kembali agar bisa beroperasi seperti biasanya. Objek wisata bahari ini merupakan roda terpenting dalam perekonomian Lombok Utara.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

7 Jenis Roti di India dan Mengapa Mereka Disebut Unik

Kuliner   19 Jan 2020 - 16:17 WIB
Bagikan: