Dubrovnik Diserbu Turis, Pemerintah Batasi Jumlah Wisatawan

TrubusTravel
Ayu Setyowati | Followers 0
07 Agu 2018   13:00

Komentar
Dubrovnik Diserbu Turis, Pemerintah Batasi Jumlah Wisatawan

Dubrovnik, kota tua dia Kroasia yang masuk daftar UNESCO. (Foto : InYourPocket)

Trubus.id -- Beberapa pekan lalu, pengelola Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur sempat menyatakan rencana untuk membatasi jumlah kunjungan demi menjaga kelestarian alam dan fauna purba Komodo. Hal yang sama juga tengah direncanakan oleh kota tua Dubrovnik di Kroasia.

Kota yang masuk dalam daftar Situs Cagar Budaya Dunia UNESCO itu belakangan mengalami "serbuan" turis yang ingin menikmati panorama kawasan perairan Adriatic.

Turis yang datang kebanyakan menumpang kapal pesiar, di mana jumlahnya bisa mencapai puluhan setiap harinya, membuat padat daratan dan lautan.

Baca Lainnya : Zadar, Kota Pesisir Pencetak Pemain Bola Dunia dari Kroasia

Dari Januari sampai Juni 2018, tercatat 200 ribu turis dari 188 kapal pesiar yang datang ke kota yang telah berusia 800 tahun ini. Sepanjang tahun lalu, total turis yang datang mencapai 749 ribu dari 539 kapal pesiar. Pemerintah setempat memperkirakan jika jumlah tersebut bakal lebih meningkat tahun ini.

Industri pariwisata di kota yang menjadi lokasi syuting salah satu adegan dalam serial Game of Thrones ini memberi lahan pekerjaan untuk 1.500 warganya. Bukan cuma lalu lintas, seluruh kota ikut sibuk menyambut tamu, mulai dari penjaga toko, pelayan restoran sampai petugas hotel.

Tahun lalu, dikutip dari CNN, predikat Dubrovnik sempat dipertanyakan oleh UNESCO, yang khawatir dengan serbuan turis ke sana. UNESCO berpendapat kalau lalu lintas kapal pesiar bisa mengurangi kelestarian alam kota yang sarat dengan sejarah.

Baca Lainnya : Plitvice National Park Lakes, Pesona Danau Kroasia 

Demi mengatasi masalah tersebut, tahun lalu, pemerintah kota sempat menerapkan program Respect The City atau Hormati Kota dengan menekan jumlah kedatangan dengan kapal pesiar sebanyak 4.000 turis per hari. Pejabat Badan Pariwisata Dubrovnik, Sandra Milovcic, mengklaim bahwa program tersebut berhasil dan akan dilanjutkan.

"Dengan terjaganya jumlah turis, akan terjaga pula kualitas pelayanan untuk mereka. Kepadatan juga cukup terurai," kata Sandra.

Baca Lainnya : Unik, Ada Museum Putus Cinta di Kroasia

Menurut Sandra, yang membuat Dubrovnik ramai ialah turis satu malam alias wisatawan yang hanya datang untuk singgah semalam. Dari data yang dimilikinya, ada 4,2 juta turis satu malam sejak Januari sampai Juni 2018. Naik sebanyak 14 persen dari tahun sebelumnya.

Dikutip dari Cruise Critic, Dubrovnik merupakan destinasi wisata kapal pesiar yang paling populer untuk kategori Eastern Mediterranean. Dubrovnik mendapat predikat ini sebanyak dua tahun berturut-turut dan ikut masuk daftar bersama Kotor (Montenegro), Venice (Italia), Santorini (Yunani), dan Rhodes. [DF]
 


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: