Noken, Oleh-oleh Khas Papua dari Kulit Kayu

TrubusTravel
Diah Fauziah
28 Juli 2018   09:59 WIB

Komentar
Noken, Oleh-oleh Khas Papua dari Kulit Kayu

Noken, tas tradisional khas Papua yang terbuat dari serat kayu. (Trubusid/Diah Fauziah)

Trubus.id -- Tidak lengkap rasanya kalau berkunjung ke suatu daerah tanpa membeli oleh-oleh khas. Nah, kalau Trubus Mania berkesempatan datang ke Papua, jangan lupa beli noken.

Noken, tas tradisional Papua yang dibuat dari serat kayu. Noken biasa dipakai masyarakat Papua untuk membawa kebutuhan setiap hari, misalnya umbi-umbian dan sayuran. Terkadang, kaum perempuan membawa noken di kepalanya untuk menggendong bayi.

“Kita bikin noken ini paling cepat dua hari saja. Paling lama bisa tiga bulan,” kata Andriana Yogi, perempuan Papua yang membuat noken saat ditemui Trubus.id di kantor Walikota Sorong, Jumat (27/7).

Baca Lainnya : Taman Nasional Wasur, Pesona Nusantara di Ujung Timur Papua

Diakui Andriana, noken tersebut terbuat dari kulit kayu yang dipintal kemudian dijahit.

“Kayu ditebang terus dikikis kulit luarnya. Setelah itu, dijemur matahari selama dua hari, ditumbuk satu minggu, dan dipintal,” tuturnya.

Proses pemintalan dilakukan secara tradisional menggunakan tangan dan lutut selama satu minggu.

"Terus dianyam pakai tangan. Jadi memang, proses pembuatan noken itu tradisional, tidak pakai mesin sama sekali,” ujarnya.

Andriana Yogi (baju merah), pengusaha noken di Papua. Foto: Trubus.id/ Diah Fauziah.

Satu buah noken dijual seharga Rp300 hingga Rp500 ribu.

“Itu karena prosesnya susah. Pohon ditebang pria lalu dipintal sama perempuan. Proses pembuatannya setengah mati, jadi memang harganya tidak murah,” jelas Andriana yang berasal dari Paniai, dekat Wamena.

Ia melanjutkan, “Sudah dari lama saya buat noken. Turun temurun dari nenek moyang.” [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Hore! Kaldera Toba Terpilih jadi Unesco Global Park Baru

Destinasi   08 Juli 2020 - 17:46 WIB
Bagikan: