Bole Berendam dan Kue Asidah, Kue Para Raja Indragiri di Riau

TrubusTravel
M. Syukur | Followers 0
06 Juli 2018   06:30

Komentar
Bole Berendam dan Kue Asidah, Kue Para Raja Indragiri di Riau

Bolu berendam dan kue asidah (dengan butiran cokelat) di atasnya, camilan para raja di Indragiri di Riau. (Foto : Dok. Dinas Pariwisata Riau)

Trubus.id -- Sebagai daerah melayu, dulunya Provinsi Riau dengan sejumlah kabupatennya memiliki kerajaan-kerajaan yang memiliki kejayaannya masing-masing. Misalnya saja Kerajaan Indragiri, yang hingga saat ini, istananya masih bisa dilihat.

Berbicara tentang kerajaan, sayang rasanya jika tidak mengulik kuliner tradisional yang dulunya hanya bisa dinikmati para raja. Karena perkembangan zaman, panganan spesial ini sudah bisa dinikmati masyarakat luas, tidak sebatas kaum raja.

Makanan tradisional yang dimaksud ialah di bolu berendam, kue asidah, dan lainnya. Bolu berendam berbeda dengan bolu-bolu lainnya di Indonesia. Bolu khas melayu Indragiri ini disajikan dalam keadaan basah atau berkuah.

Baca Lainnya : Sarikayo, Makanan Khas Bangkinang untuk Menyambut Mertua

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Riau Fahmizal Usman, bolu ini pernah meraih juara pertama kategori makanan tradisional terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2017. Selain itu, pernah tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori sajian kue bolu terbanyak, mencapai 100 ribu.

"Konon, bolu berendam pada zaman dulunya merupakan panganan para Raja Indragiri Hulu. Kue tersebut sampai saat ini hanya bisa dijumpai ketika hari-hari besar seperti Idulfitri, Iduladha dan pesta pernikahan," kata Fahmi kepada wartawan.

Sementara menurut Heru, Kabid Humas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Riau, kuah pada bolu ini sangat unik. Terbuat dari larutan gula yang diberi cengkeh, kayu manis dan adas. Meski disajikan berkuah, bolu tersebut tidak hancur berderai.

"Teksturnya yang padat dan kenyal, membedakannya dengan bolu-bolu di daerah lain. Tak heran jika bolu berendam disukai setiap orang yang pernah mencobanya," ungkap Heru.

Baca Lainnya : Rendang dan Mi Goreng, Makanan Indonesia yang Populer di London

Proses pembuatan bolu berendam berbeda dengan bolu pada umumnya yang dicetak di loyang besar. Panganan para Raja Inhu ini dicetak pada loyang kecil bermotif bunga dan manggis. Loyangnya pun harus dari kuningan. Jika sudah masak, kue tersebut berwarna kuning telur. Untuk membuat bolu terendam, dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi. Itu karena, ada banyak pantangan yang harus dijalani saat membuat kudapan ini.

"Sang pembuat kue tidak boleh menggunakan tenaga listrik, tidak sedang dalam keadaan datang bulan dan tidak boleh berkata-kata kasar. Kalau pantangan itu dilanggar, bolu pun menjadi bantat atau rasanya anyir," kata Heru.

Tak hanya bolu berendam yang bisa ditemui di Kabupaten Indragiri Hulu. Kuliner tradisional lain di daerah ini ialah kue asidah yang terbuat dari perpaduaan tepung terigu dengan rempah-rempah seperti kayu manis, daun pandang, hingga cengkeh. Kue asidah memiliki tekstur lembut dengan sensasi rasa manis.

Kue asidah, Foto: Genpi Riau.

Keunikan kue asidah terletak pada teknik penyajiannya. Biasanya, masyarakat setempat menyantap kue asidah dengan menambahkan bawang goreng sebagai topping. Ada juga yang menaburkan messes di atas kue. Ternyata, kombinasi rasa manis dan bawang goreng menghasilkan rasa yang nikmat.

Pantangan ketika membuat kue asidah sama seperti bolu. Selain itu, ada aturan khusus jika ingin menyantap kue para raja ini.

"Saat makan kue asidah, Anda harus memulainya dari bawah. Jika diambil langsung dari bagian atas, Anda dianggap tidak sopan," kata Heru. [DF]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: