Bali Rawan Pemandu Wisata Ilegal Asal Tiongkok

TrubusTravel
Ayu Setyowati
23 Mei 2018   15:30 WIB

Komentar
Bali Rawan Pemandu Wisata Ilegal Asal Tiongkok

Ilustrasi (Foto: Living Nomads)

Trubus.id -- Setiap tahun, jutaan wisatawan yang berburu surga tropis berdatangan ke Bali, termasuk wisatawan dari Tiongkok. Namun ternyata gelombang wisatawan Tiongkok ini datang dengan alasan yang tidak benar. 

Menurut laporan, turis asal Tiongkok memuncaki angka pariwisata di Indonesia. Beberapa destinasi favorit mereka di Indonesia termasuk pulau Bintan, Manado, Kupang, dan tentu saja, Bali.

Pada bulan November 2017, laporan South China Morning Post (SCMP) menyarankan sejumlah besar wisatawan Bali berasal dari Tiongkok dan jumlah pengunjung yang melonjak itu memiliki banyak dampak negatif bagi pulau di Indonesia.

Baca Lainnya: Shivangi Pathak, Taklukkan Puncak Everest di Usia 16

Ini termasuk degradasi lingkungan, krisis air dan limbah, dan masalah lalu lintas yang meningkat.

Namun, Indonesia kabarnya masih bertujuan untuk menarik 10 juta wisatawan dari Tiongkok pada 2019. Tapi sekarang, masalah baru rupanya telah muncul.

Mengutip Travel Wire Asia, menurut Dewan Legislatif Bali (DPRD), ada beberapa kasus di mana turis Tiongkok yang kedapatan menjadi pemandu ilegal, hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemandu wisata yang fasih berbahasa Mandarin yang berbanding terbalik dengan tingginya permintaan. Peluang ini ternyata dibaca oleh turis Tiongkok tersebut. 

Anggota DPRD Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana telah meminta pemerintah provinsi Bali untuk memantau wisatawan yang datang ke pulau itu untuk bekerja.

Baca Lainnya: Setelah Empat Kali Mencoba, Pendaki Difabel Ini Berhasil Sampai di Puncak Gunung Everest

“Pemerintah harus mengetatkan dan memantau wisatawan yang bekerja paruh waktu sebagai pemandu di Bali,” kata Adhi Ardhana sebagaimana dikutip Kompascom.

"Jika mereka terus mengabaikannya, itu akan merusak sektor pariwisata di masa depan."

Menurut Adi Ardhana, pemandu dari divisi Mandarin Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), atau Indonesia Guide Organisation, telah meminta pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap pemandu ilegal dari Tiongkok.

Baca Lainnya: Berani Berenang dengan Hiu Tanpa Pengaman, Travaler Harus Datang ke Tempat Ini

Sementara itu, Ketua Badan Urusan Umum Bali (Satpol PP) Made Sukadana mengatakan, agensinya telah menutup dua agen perjalanan karena melanggar peraturan.

"Kami menutup dua agen perjalanan di Kuta karena tidak memiliki izin operasi," katanya. "Sebelumnya, kedua agen itu melayani turis Eropa, Cina, dan domestik."

Made Sukadana, yang telah melacak agen perjalanan online bersama polisi, juga berharap penduduk setempat akan melaporkan semua pemandu ilegal ke Satpol PP Bali. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Aktivitas Seru di Telaga Warna Dieng

Destinasi   28 Feb 2020 - 00:49 WIB
Bagikan:          
Bagikan: