Kemenko Maritim Pimpin Percepatan Geopark Kaldera Toba Menjadi Unesco Global Geopark

TrubusTravel
Binsar Marulitua | Followers 0
19 Mei 2018   10:00

Komentar
Kemenko Maritim Pimpin Percepatan Geopark Kaldera Toba Menjadi Unesco Global Geopark

Danau Toba (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah terus mendukung upaya percepatan Geopark Kaldera Toba menjadi UNESCO Global Geopark. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang berfungsi sebagai koordinator dan sinkronisator Kementerian/Lembaga terkait, dengan sigap kembali meninjau lokasi dan sebelumnya juga telah membentuk Komite Nasional Geopark Indonesia (Adhoc) yang dikoordinasikan oleh Kemenko Maritim. 

“Ini lebih mempermudah bila ada masalah akan kita pecahkan secara bersama-sama. Misalkan, begitu kita dapat masalah yang belum selesai, kami dari Kemenko Maritim akan lebih mudah untuk mengundang semua pihak yang terkait,  jadi dimana masalahnya akan kita selesaikan, jadi jelas ini tugas siapa dan wewenang siapa,” ujar Deputi Bidang SDA, Iptek dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin di sela peninjauan bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara dan perwakilan kementerian/lembaga terkait ke Geosite Hutaginjang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Baca Lainnya: Geopark Dunia Agrowisata Sukabumi Diupayakan Dapat Meningkatkan Perekonomian Petani

Safri menjelaskan, Geopark Kaldera Toba sempat terkatung-katung statusnya untuk dinaikkan menjadi UNESCO Global Geopark. Di mana sebelumnya tidak ada yang menggerakkan kembali dikarenakan pada saat itu pemerintah daerah masih belum mencurahkan perhatian sepenuhnya kepada Geopark Kalder Toba.

“Kemenko Maritim inilah yang berperan sekarang untuk lebih mempercepat. Awalnya hal ini hampir ditinggalkan, sekarang pemerintah daerah sudah sadar makanya mereka bergerak cepat, dan kami yakin bahwa tahun depan sudah harus jadi,” katanya.

Oleh sebab itu, pada bulan Juli tahun 2018 ini Geopark Kaldera Toba akan ditinjau dan dinilai kembali oleh tim  asesor dari UNESCO.

Baca Lainnya: Jabar Segera Terbitkan Obligasi Kembangkan Geopark Ciletuh

Ditambahkan oleh Deputi Safri, sejatinya Geopark itu adalah bagian dari daerah dan dikembangkan oleh pemerintah daerah, sedangkan pemerintah pusat hanya bersifat membantu. Terkait dengan pemahaman sebagian pihak yang mengatakan bahwa Geopark itu bisa berkembang apabila sepenuhnya mendapat bantuan pemerintah pusat, Deputi Safri menyatakan, bahwa itu adalah pemikiran yang keliru. 

“Pusat ini sifatnya hanya melengkapi apa yang kurang dari daerah, jadi Geopark itu hanya berkembang apabila daerah yang bergerak lebih dulu. Makanya tidak jadi-jadi Geopark ini karena hanya mengharap dari pusat, itu salah satu kelemahan, coba lihat Geopark Ciletuh, tanpa pusat mereka jadi, karena pemerintah daerah yang memang berniat untuk mengembangkannya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nur Hafizah Marpaung mengungkapkan apresiasinya kepada kementerian/lembaga terkait, terutama kepada Kemenko Maritim, yang dinilainya telah bersungguh-sungguh untuk membantu menaikkan status Geopark Kaldera Toba.

“Saya atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Sumatera Utara sangat berterima kasih atas keseriusan pemerintah, setelah sebelumnya kenaikan status ini sempat ditolak pada tahun 2015 lalu,” ujarnya.

Baca Lainnya: Geopark Ciletuh Diakui Unesco, Apa Follow Up Pemprov Jawa Barat Terkait Hal Ini?

Diakui oleh Nur Hafizah, pada saat ini upaya pemerintah melalui Kemenko Maritim sangat berbeda dengan yang terdahulu, oleh karena yang terdahulu terkesan hanya wacana dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami yakin sekarang adalah saatnya, karena yang dahulu antara pemerintah pusat dan daerah tidak sinergi, saat ini masyarakat juga bahu membahu untuk merealisasikan ini, utamanya untuk terus menjaga kebersihan. Kami di pemerintah daerah akan terus memantau dan mengarahkan kabupaten tentunya dengan koordinasi dari pemerintah pusat,” imbuhnya. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: