Bekas Tambang Kapur di Eropa Ini Dulunya Tempat Perakitan Bom

TrubusTravel
Ayu Setyowati | Followers 0
17 Mei 2018   18:00

Komentar
Bekas Tambang Kapur di Eropa Ini Dulunya Tempat Perakitan Bom

Kobanya di Hungaria ini dulu bekas perakitan bom. (Foto : Foto: Best Divers)

Trubus.id -- Bicara soal destinasi wisata, ada begitu banyak kota tersembunyi dan mungkin rahasia di dunia ini. Salah satunya ada di Kota Budapest, Hungaria, Eropa.

Melansir BBC Travel, tambang batu kapur kobanya namanya. Letaknya sedalam 30 meter di bawah Kota Budapest. Hanya sedikit orang yang tahu tambang batu kapur kobanya di Hungaria ini. Bahkan, mayoritas penduduk setempat yang tinggal di atasnya pun tak mengetahui dan membuatnya terlantar.

Tambang batu kapur kobanya menghasilkan material untuk bangunan yang tak terhitung jumlahnya di Budapest. Salah satu contohnya ialah gedung parlemen bergaya neo gothic tahun 1902.

Baca Lainnya: Unik, Desa Kuno yang Dihuni Manusia Kerdil di Makhunik

Penambangan di tambang batu kapur ini berlangsung selama berabad-abad di masa lalu. Bermula pada Abad Pertengahan hingga di paruh kedua abad ke-19. Aktivitas di tambang batu kapur tersebut meninggalkan jejak dengan adanya ruang-ruang di bawah tanah. Panjangnya lebih dari 32 kilometer dengan kedalaman sekitar 30 meter di bawah permukaan jalan.

Pada pertengahan 1990-an, tambang batu kapur kobanya mengalami banjir. Pemerintah setempat meminta penyelam untuk menjelajahinya dan melaporkan bahwa dunia bawah tanah ini berpotensi sebagai sarana rekreasi.

Ada empat lokasi penyelaman di tambang batu kapur kobanya. Namun hanya satu, yakni Park Kut (Park Well) yang dapat diakses oleh penyelam dengan sertifikasi dasar open water diver.

 

Kobanya water reservoir (Foto: Industrial heritage hungary).

Terdapat kamar-kamar dan tangga di situs Park Kut. Ada pula area terbuka dengan udara segar di atas airnya, sehingga lebih aman untuk menyelam. Di titik tambang lainnya tertutup banjir dan hanya dapat diakses oleh penyelam berpengalaman dengan sertifikasi khusus. Suhu air di dalam tambang kapur itu sekitar 12 derajat celcius.

Di Taman Kut, di mana penyelam dapat menyelam 17 meter di bawah permukaan air (47 meter di bawah permukaan jalan). Dibutuhkan waktu hingga 40 menit untuk menjelajahi ruang-ruang di lokasi penambangan itu.

Baca Lainnya: Bukan Barang Kuno, Museum Ini Pamerkan Parasit Menjijikkan

Penambangan batu kapur kobanya berakhir pada tahun 1890. Setelahnya, pembuat anggur dan bir menggunakan bagian-bagian tambang untuk penyimpanan atau fermentasi.

Selama Perang Dunia II, bagian-bagian tambang kapur kobanya digunakan sebagai tempat penampungan bom. Mesin untuk pesawat tempur Jerman Messerschmitt bahkan dirakit di sini.

Saat ini, bagian-bagian tambang kapur kobanya yang tak terkena banjir dibuka untuk umum beberapa kali dalam setahun. Ada berbagai kegiatan di dalamnya, seperti kompetisi lari bawah tanah, rekreasi, dan bersepeda. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: